<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Sejarah Perang Dunia</title>
	<atom:link href="http://sejarahperang.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sejarahperang.com</link>
	<description>Ini adalah kumpulan semua Cerita Sejarah, Peralatan, Taktik Perang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Mar 2013 11:11:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sejarahperang.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Sejarah Perang Dunia</title>
		<link>http://sejarahperang.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sejarahperang.com/osd.xml" title="Blog Sejarah Perang Dunia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sejarahperang.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tantangan Menggelar Operasi Tempur Terbuka</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2013/02/24/tantangan-menggelar-operasi-tempur-terbuka/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2013/02/24/tantangan-menggelar-operasi-tempur-terbuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 08:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Heroik Pertempuran Laut TRIKORA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2860</guid>
		<description><![CDATA[Operasi untuk mambebaskan Irian Barat yang digelurakan oleh Presiden RI Sukarno kendati dilaksanakan salam keterbatasan alutista yang dimiliki militer RI telah berhasil menunjukkan betapa bangsa ini bisa menunjukkan kamampuannyaa ketika harus berperang malawan bangsa lain (Belanda). Saya tidak mengucapkan kehendak saya saja, tetapi tiap-tiap perkataan yang saya ucapkan ini didukung sepenuhnya oleh segenap rakyat Indonesia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2860&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2861" class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/soekarno.jpg"><img class="size-medium wp-image-2861" alt="Presiden Sukarno usai memberikan pidain teniang pemhebasan Irian Barat di Yogyakana bulan Desember 1961 langsung menandatangani Naskah Kumando Rakyat. Naskah yang kemudian menelurkan Trikora itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Depertan, Achmadi." src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/soekarno.jpg?w=198&#038;h=300" width="198" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Presiden Sukarno usai memberikan pidato tentang pembebasan Irian Barat di Yogyakarta bulan Desember 1961 langsung menandatangani Naskah Kumando Rakyat. Naskah yang kemudian menelurkan Trikora itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Depertan, Achmadi.</p></div>
<p>Operasi untuk mambebaskan Irian Barat yang digelurakan oleh Presiden RI Sukarno kendati dilaksanakan salam keterbatasan alutista yang dimiliki militer RI telah berhasil menunjukkan betapa bangsa ini bisa menunjukkan kamampuannyaa ketika harus berperang malawan bangsa lain (Belanda).</p>
<p>Saya tidak mengucapkan kehendak saya saja, tetapi tiap-tiap perkataan yang saya ucapkan ini didukung sepenuhnya oleh segenap rakyat Indonesia. Dan jikalau saya memberikan komando, sebenarnya bukan komando dari Soekarno kepada Rakyat Indonesia sebenarnya bukan komando dari Presiden Republik Indonesia kepada rakyat Indonesia, sebenarnya bukannya komando dari Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia, bukan komando dari pada Panglima Besar Pembebasan Irian Barat kepada rakyat Indonesia. Tidak! Tapi sebenarnya adalah komando dari rakyat Indonesia kepada rakyat Indonesia sendiri. Tidaklah benar jika saya katakanabahwa inilah kehendakmu sendiri. Saudara-saudara rakyat Indonesia?”<span id="more-2860"></span></p>
<p>&#8220;Maka oleh karena itu, hei segenap rakyat Indonesia, mari sebagai tadi saya katakana gagalkan ini usaha ﬁhak Belanda untuk mendirikan &#8220;negara Papua”, kibarkan bendera Sang Merah Putih di Irian Barat! Siap sedia di dalam waktu yang singkat pada komando untuk mengadakan rnobilisasi umum daripada rakyat Indonesia untuk membebaskan sama sekali Irian Barat itu daripada cengkeraman imperialism Belanda!” Itulah salah satu kutipan dari buku “25 Tahun Trikora” yang digelorakan oleh Presiden Sukarno sewaktu mengumandangkan Trikora di lapangan Alun-alun Utara, Yogyakarta, 19 Desember 1961 yang dihadiri lebih dari satu juta orang. Sejumiah di antaranya adalah perwira muda yang baru luIus dari Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang dan dilantik oleh Presiden. Perintah itu kendati bermakna komando dari rakyat untuk rakyat, jelas merupakan perintah langsung bagi Angkatan Bersenjataa RI untuk mengambil tindakan secepatnya guna menyiapkan kekuatan tempur untuk membebaskan Irian Barat.</p>
<p>Dengan melihat fakta dilapangan bahwa untuk memasuki daratan Irian Barat hanya bias ditempuh lewat laut dan udara, kekuatan Angkatan Udara RI serta Angkatan Laut RI (TNI AL) harus bekerja keras. Apalagi pada saat itu, khusus kekuatan tempur ALRI yang tersedia hanya bias memenuhi 30% dari kebutuhan, meskipun unsur angkutan lautnya mencapai sekitar 60%. Sedangkan kekuatan udara hanya terdiri dari empat buah pembom jenis TU-16, 6 IL-28, 6 B-25/B-26. 12 MIG -17, 6 P-51 Mustang, 5 C-130 Hercules, dan 20 C-47 Dakota.</p>
<p><b>Penggalangan Kekuatan</b></p>
<p>Untukniemenuhi kebutuhan persenjataan“ karena pemerintah sudah mefnililci perhitungan bahwa pada suatu saat Irian Barat harus dibebaskan secara ﬁsik (militer), sebelum Trikora dikumandangkan langkah untuk menyediakan senjata dan pasukan tempur sudah dilaksanakan.</p>
<div id="attachment_2867" class="wp-caption alignleft" style="width: 289px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/kri-irian.jpg"><img class="size-full wp-image-2867" alt="Salah satu respons yang ditanggapi oleh TNI AL atas perintah Trikora adalah pengadaan sukarelawan persenjataan dalam waktu terbatas. Suasana ketika KRI Irian tiba dari Rusia" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/kri-irian.jpg?w=450"   /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu respons yang ditanggapi oleh TNI AL atas perintah Trikora adalah pengadaan persenjataan dalam waktu terbatas. Suasana ketika KRI Irian tiba dari Rusia</p></div>
<p>Persiapan itu adalah sistem pertahanan keamanan nasional berupa Perlawanan Rakyat Semesta dengan Angkatan Bersenjata sebagai intinya dan telah dilengkapi alutsista yang dapat mengimbangi militer Belanda. Suatu penandatangan pembeli- an senjata atas dasar kredit jangka panjang dengan Uni Soviet (Rusia) telah dilaksanakan pada akhir tahun 1960. Pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Menteri Keamanan Nasional Ienderal Abdul Haris Nasution. Pembelian senjata tersebut bahkan merupakan pembelian terbesar yang dapat dipergunakan untuk penambahan kebutuhan kekuatan untuk laut, darat, dan udara.</p>
<p>Dalam kondisi kepepet karenayharus memenuhi persenjataan yang nilainya sangat besar, konon ketika Presiden Sukarno ditanya bagaimana cara mernbayarnya nanti , hanya dijawab enteng, &#8220;Kemplang saja!&#8221; Sambil mengusahakan persenjataan yang kemudian dibeli dari Soviet dan Inggris, struktur komaiido tempur Trikora pun dibentuk ke dalam Komandoa‘ Mandala. Mayor Ienderal Suharto yang keinudian menjabat sebagai Panglima Komando Mandala pun memiliki pendapat sendiri ketika hanya diberi waktu selama enam bulan untuk mempersiapkan sebuah rencana operasi militer.</p>
<p>“Markas Komando didirikan di Makassar (Ujung Pandang). Saya tahu, ini ujian yang paling besar. Ditentukan, paling lambat tanggal 17 Agustus 1962 bendera Merah Putih sudah harus berkibar di Irian Barat. Ini berarti, saya cuma diberi waktu tujuh bulan. Tetapi saya taat saja, saya tunduk kepada perintah”. Alasan Mayjen Suharto sangat masuk akal karena Komando Mandala yang dipimpinnya merupakan komando gabungan yang mempunyai tugas pokok mempersiapkan serta melaksanakan operasi-operasi militer untuk mengembalikan Irian Barat kedalam kekuasaan Republik Indonesia.</p>
<p>Wilayah opersai Komando Mandala mencakup kawasan yang terbentang luas dari Bujur 115 derajat sampai Bujur 141 derajat Timur dan Lintang 5 derajat Utara hingga 10 derajat Selatan. Luas kawasan Mandala tersebut mencakup areal 2.400 km kali 1.900 km atau sekitar 5.510.000 km persegi. Kawasan seluas itu, yang harus direbut melalui operasi militer, yang mau tak mau secara besar-besaran, ternyata lebih dari (9.975.000 km’) setengah luas Wilayah Indonesia. Wilayah yang dikuasai Komando Mandala selama ini biasa disebut denganistilah wilayah Indonesia bagian Timur. Mencakup kawasan laut, darat, dan udara dari empat Komando Daerah Militer (Kodam), dua Komando Daerah Maritim (Kodamar) serta dua Komando Regional Udara (Korud).</p>
<div id="attachment_2864" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/trikora1.jpg"><img class="size-medium wp-image-2864" alt="Salah satu respons yang ditanggapi oleh TNI AL atas perintah Trikora adalah pengadaan sukarelawan perang dalam wkatu terbatas. Suasana ketika Pelatihan untuk warga sipil terpilih" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/trikora1.jpg?w=300&#038;h=162" width="300" height="162" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu respons yang ditanggapi oleh TNI AL atas perintah Trikora adalah pengadaan sukarelawan perang dalam waktu terbatas. Suasana ketika Pelatihan untuk warga sipil terpilih</p></div>
<p>Dengan mempelajari luasnya wilayah yang harus dikusasi oleh militer Indonesia, maka bias disimpulkan bahwa tuj uh puluh persen dari kekuatan Nasional akan dikerahkan untuk Operasi dan usaha perang Pembebasan Irian Barat. Upaya untuk menggalang kekuatan dari segala bidang memang harus segera dilakukan.</p>
<p>Apalagi perjuangan Pembebasan Irian Barat adalah konfrontasi di semua bidang terhadap Belanda dkk. Konfrontasi di bidang militer dilakukan sesuai dengan perkembangan diplomasi sekaligus memperhitungkan dinamikan politik, ekonomi, dan sosio psikologis masyarakat RI.</p>
<p>Sambil terus menggalang kekuatan dari berbagai sumber, baik militer dan maupun sipil, kapal perang ALRI dan sipil, APRI telah melancarkan operasi inﬁltrasi lewat udara dan laut. Inﬁltrasi lewat laut bahkan berlangsung penuh semangat dan melibatkan kapal-kapal kecil seperti MTB dan kapal selam. Inﬁltrasi dengan kapal kecil tidak selaluberjalan mulus, dalam sejumlah misi penyusupan kapal-kapal perang ALRI bahkan diserang oleh pesawat tempur dankapal perang Belanda.</p>
<p>Salah satu penyergapan oleh kapal-kapal perang dan pesawat tempur Belanda bahkan mengaki batkan tenggelamnya RI Macan Tutul serta gugurnya perwira senior, Komodor Yos Sudarso. Namun gugurnya Komodor Yos Sudarso dan puluhan pelaut lainnyé tidak membuat seman gat tempur pasnkan Komando Mandala surut justru makin berlitobar-kobar. Kapal-kapal pefang ALRI pun melanjutkan lagi penyusupan dan pengintaian Kegiatan untuk menyusupkan ke wilayah Irian Barat meningkat seiring dengan Operasi ]ayawi yang akan digelar pada bulan 1962.</p>
<p>Meskipun kemudian Operasi Jayawijaya dibatalkan karena Belanda memilih menyeselesaikan masalah Irian Barat secara damai. Beberapa hari menjelang Operasi Iayawijaya digelar, pada 14 Agustus 1942, seluruh 10 kompi telah berhasil cliinﬁltrasikan ke daratan Irian Barat, baik lewat udara maupun laut. Dengan demikian, daerah defacto RI telah tercipta di tempat dan unsur-unsur kekuasaan Pemerintah RI juga telah diletakkan sesuai rencana operasi Komando Mandala. Dalam peran ini Komando ALLA telah aktif sekali melakukan pengintaian pengintaian dan menemukan kelemahan-kelemahan system pertahanan laut Belanda. (win)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2860/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2860&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2013/02/24/tantangan-menggelar-operasi-tempur-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/soekarno.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">Presiden Sukarno usai memberikan pidain teniang pemhebasan Irian Barat di Yogyakana bulan Desember 1961 langsung menandatangani Naskah Kumando Rakyat. Naskah yang kemudian menelurkan Trikora itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Depertan, Achmadi.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/kri-irian.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Salah satu respons yang ditanggapi oleh TNI AL atas perintah Trikora adalah pengadaan sukarelawan persenjataan dalam waktu terbatas. Suasana ketika KRI Irian tiba dari Rusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/trikora1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Salah satu respons yang ditanggapi oleh TNI AL atas perintah Trikora adalah pengadaan sukarelawan perang dalam wkatu terbatas. Suasana ketika Pelatihan untuk warga sipil terpilih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kirah Heroik Pertempuran Laut TRIKORA</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2013/02/24/kirah-heroik-pertempuran-laut-trikora/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2013/02/24/kirah-heroik-pertempuran-laut-trikora/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 07:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Heroik Pertempuran Laut TRIKORA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2853</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Tri Komando Rakyat dikumandangkan di Alun-alun Lor, Yogyakarta, puluhan ribu prajurit dari ketiga angkatan serta ribuan sukrelawan dipersiapkan. Karena tak kunjung menyerahkan Irian barat, Presiden Soekarno geram dan menganggap perlu untuk menyerang militer Belanda yang masih bercokol di pulau wilayah Indonesia baigan Timur itu. Dimata Mayor Urip Santotoso dan prajurit angkatan laut lain, Operasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2853&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2854" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/img.jpg"><img class="size-medium wp-image-2854" alt="Angkasa Edisi Koleksi No.82, Feberuary 2013" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/img.jpg?w=230&#038;h=300" width="230" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Angkasa Edisi Koleksi No.82, February 2013</p></div>
<p>Setelah Tri Komando Rakyat dikumandangkan di <strong>Alun-alun Lor, Yogyakarta</strong>, puluhan ribu prajurit dari ketiga angkatan serta ribuan sukrelawan dipersiapkan. Karena tak kunjung menyerahkan Irian barat, Presiden Soekarno geram dan menganggap perlu untuk menyerang militer Belanda yang masih bercokol di pulau wilayah Indonesia baigan Timur itu. Dimata <strong>Mayor Urip Santotoso</strong> dan prajurit angkatan laut lain, Operasi Trikora yang digelar pada 1962 adalah operasi amfibi terbesar yang pernah dipersiapkan Angkatan Perang RI. Thak heran jika dalam operasi ini berkecamuk emaosi campur semangat membela negeri yang berapi-api.<span id="more-2853"></span></p>
<p>Suasana emsional seperti itu niscaya muncul kembali jika Anda membaca Edisi Koleksi Angkasa Berjudul <strong>Kisah Heroik Pertempuran Laut TRIKORA</strong> ini. Tak percaya? Simak saja untold-stories sejumlah perwira. Dari kisah <strong>Urip Santoso</strong>, misalnya saja, yang dipercaya memimpin pasukan <strong><em>Human torpedo</em></strong> yang harus menabrakan diri ke kapal perang Belanda. Atau, kisah <strong>Kapten Eddy Tumengkol</strong> yang harus menerbangkan pesawat anti kapal selam <strong>Gannet</strong> memburu perwira-perwira Belanda sesama lulusan <em><strong>Koninklikjk Instuut vor de Marine</strong></em>. “Untung saja perang besar ini berakhir dengan dama”, pungkas mantan wadansesko TNI yang menyandang pangkat terkahir Laksamana pertama ini.</p>
<p>Dengan demikian kisah heroik pertemepuran laut Trikora memang tidak hanya sebatas pada tenggelamnya <strong>RI Macan Tutul</strong>. Ada juga kisah seru operasi kapal selam <strong>RI Nagabanda</strong> yang dihujani bom-bom laut dalam oleh kapal perang Belanda. selain kisah-kisah heroik yang terkesan <em>mission-impossible</em>, dari buku ini anda juga bisa mengikuti sejatinya konsep pertempuran laut yang disiapkan Komando Angkatan Laut Mandala dan tantangan-tantangan yang bakal dihadapi. Lalu, pelajaran apa yang diterima dari pertikaian terbesar ini. Buku ini akan memberi wawasan baru tentang betapa pentingnya membela negeri, ditengah segala persoalan bangsa yang kini merajalela. Jangan lewatkan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2853&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2013/02/24/kirah-heroik-pertempuran-laut-trikora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2013/02/img.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">Angkasa Edisi Koleksi No.82, Feberuary 2013</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelajah Lembah X</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2012/11/24/menjelajah-lembah-x/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2012/11/24/menjelajah-lembah-x/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2012 15:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[10 Penjelajahan Terhebat Mengenal Bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2840</guid>
		<description><![CDATA[Lembah-lembah di Papua sampai saat ini masih menyisakan misteri. Apalagi setengah abad lalu, lembah-lembah yang masih tak benama itu dihuni suku-suku terbelakang, yang jauh dari peradaban dunia. Lembah yang penuh misteri itu mengundang minat Pierre Dominique Gaisseau, seorang sutradara ﬁlm dokumenter berkebangsaan Perancis. Awal ketertarikannya adalah ketika ia melakukan pengamatan dari udara di pegunungan Prince [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2840&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lembah-lembah di Papua sampai saat ini masih menyisakan misteri. Apalagi setengah abad lalu, lembah-lembah yang masih tak benama itu dihuni suku-suku terbelakang, yang jauh dari peradaban dunia.</strong></p>
<p><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0001.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2841" title="IMG_0001" alt="" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0001.jpg?w=300&#038;h=222" height="222" width="300" /></a>Lembah yang penuh misteri itu mengundang minat<em> Pierre Dominique Gaisseau</em>, seorang sutradara ﬁlm dokumenter berkebangsaan Perancis. Awal ketertarikannya adalah ketika ia melakukan pengamatan dari udara di pegunungan Prince van Orange (pegunungan Jaya Wijaya), ia menemukan sebuah lembah di tengah rimba belantara. Lokasi lembah itu jauh di utara puncak Iuliana (puncak Jaya), pada ketinggian 1.500meter-2.700 meter.<span id="more-2840"></span></p>
<p>Pada tahun 1959, ia memang pernah ke Irian Barat, setelah mendapat kontrak dari NBC, New York, untuk membuat ﬁlm antror pologi suku pedalaman di sana. Ia memberi judul ﬁlm karyanya itu <em>Dominique Gaisseau</em>, <em><strong>The Sky Above, The Mud Below</strong></em>, yang mendapat Oscar untuk ﬁlm documenter pada tahun 1962. Film tentang suku terasing itu menghasilkan keuntungan 4 juta dollar AS.</p>
<div id="attachment_2845" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0002.jpg"><img class="size-medium wp-image-2845" title="IMG_0002" alt="" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0002.jpg?w=300&#038;h=256" height="256" width="300" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu pesawat DHC-6 Twin Otter milik Merpati Nusantara Airlines yang tadinya akan digunakan dalam penerjunan (bawah). Foto Insert adalah pesawat DC-3 Dakota sejenis yang akhirnya digunakan dalam penerjunan</p></div>
<p>Sebelum meninggalkan Irian Barat itulah, Gaisseau tertarik pada lembah di tengah rimba belantara tersebut. Lembah itu menurut perkiraannya dihuni oleh sekitar 5.000 penduduk suku terasing. Karena belum diketahui namanya, lembah itu disebut saja “Lembah X”. Ia pun mendapatkan kontrak lagi dari NBC untuk membuat ﬁlm antropologi budaya Lembah X, yang akan ia beri judul Life as Before.</p>
<p>“Liputan yang menantang bahaya mempunyai daya tarik tersendiri. <em>Fantastic adventure!</em>” ungkap Gaisseau</p>
<p><strong>Operasi Bhakti</strong></p>
<p>Pada 5 Mei 1969, Gaisseau berangkat ke Irian Barat. Kemudian pada 25 Mei tahun yang sama, ia menemui Pangdam XVII/Tjenderawasih, Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo, untuk meminta izin membuat ﬁlm di Lembah X. Pangdam meluluskan permintaan tersebut dan memutuskan untuk menjadikannya ekspedisi gabungan antara Operasi Bhakti Kodam XVII/Tjenderawasih bersama dengan NBC. Sehubungan dengan keputusan itu, Pangdam mengeluarkan Perintah Operasi Nomor 009 untuk menerjunkan satu tim ABRI bersama tim NBC ke Lembah X.</p>
<p>Operasi bakti itu merupakan operasi kemanusiaan untuk memberikan sumbangan nyata dalam membangun kehidupan yang lebih maju bagi penduduk Lembah X. Tim ini akan menghimpun dan menyusun data ilmiah bidang etnologi dan antropologi budaya untuk bahan penelitian dan pengembangan.</p>
<p>Tim Baret Merah Angkatan Darat dibentuk dengan komandan tim, Kapten Inf. Feisal Edno Tanjung. Anggota tim adalah Lettu Sintong Panjaitan sebagai perwira operasi; Kapten Cdm. Dr. Bondan Haryono, pen/vira kesehatan; Kapten Drs. Hadiritma, perwira sosial budaya; Capa Marwoto, perwira perhubungan; Sersan Mayor Suparmin, bintara logistik; dan Koptu Solichin, penghubung. Ada juga perwira Kodam XVII/ Tjenderawasih, Kapten Azhim Zahif sebagai wakil komandan tim dan Lettu CZi Agung Harmono, perwira Zeni.</p>
<p>Kemudian Letnan Sintong meminta anggota tim ditambah dengan dua anggota ABRI putra Irian Barat berkualiﬁkasi para, yang kemudian ditugaskan Prada Mami dan Prada Derek Vugu. Dua tamtama kelahiran desa di lereng Iaya Wijaya ini diharapkan dapat mengetahui bahasa penduduk Lembah X.</p>
<p>Sementara dari NBC, selain Gaisseau sebagai sutradara dan juru kamera, juga Harvey de Mei- grid sebagai juru suara dan penulis naskah, serta Nicholas Gaisseau yang berusia 17 tahun, putra Gaisseau, sebagai asisten. Selanjutnya bergabung Peter Prescott Iennings, mantan penerjemah Fernando Ortiz Sanz, utusan khusus Sekjen PBB untuk mengawasi Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) di Irian Barat.</p>
<p>Jennings adalah mahasiswa jurusan antropologi Universitas Hawaii, yang baru tiga kali terjun payung. Ia menyampaikan keinginannya kepada Kapten Tanjung untuk ikut Tim Ekspedisi Lembah X dengan pertimbangan lebih baik ikut operasi kemanusiaan ini daripada balik ke Amerika Serikat dan dikirim ke Perang Vietnam. Komandan tim mengabulkan permintaan Jennings, yang mendapat dukungan Gaisseau.</p>
<p>Pada Juni 1969, Hendro Subroto, seorang wartawan perang, dipanggil oleh Sarwo Edhie ke kediamannya di Kompleks Korps Baret Merah, Cijantung, Jakarta. Malam itu Pangdam member gambaran tentang ekspedisi ke Lembah X, yang diproyeksikan akan dimulai pada 12 September atau 26 September 1969. “Hen, masa di negara kita ini membuat ﬁlm suku terasing di daerah pedalaman Irian Barat mesti dilakukan oleh orang asing. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia tidak merasa malu? Apakah bangsa kita sendiri tidak mampu melaksanakannya?” tanyanya. “Atas seizin Jenderal, jika diperkenankan saya mohon ikut serta,&#8221; jawab Hendro.</p>
<p>“Surat perintah untukmu sudah saya buat, tetapi belum saya tandatangani. Saya ingin kamu ikut secara sukarela, bukan atas perintah,” kata Sam/0 Edhie, sambil mengeluarkan surat perintah dari map, yang langsung ditandatanganinya. Hendro pun bergabung dengan Tim Ekspedisi Lembah X, sebagai sutradara, juru kamera, dan penulis naskah untuk TVRI.</p>
<p><strong>Terbang dengan Dakota</strong></p>
<div id="attachment_2846" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0003.jpg"><img class="size-medium wp-image-2846" title="IMG_0003" alt="" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0003.jpg?w=210&#038;h=300" height="300" width="210" /></a><p class="wp-caption-text">Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim Lembah X membantu Lettu Sintong Panjaitan dalam persiapan parasut dan peralatan di lapangan terbang Sentani Jayapura.</p></div>
<p>Hari-H itu ternyata tanggal 2 Oktober 1969. Pada pukul 06.00, 16 anggota tim telah siap di Lapangan Terbang Sentani, 40km arah barat daya kota Iayapura. Satu jam digunakan untuk mempersiapkan peralatan dan perlengkapan. Hendro mengemas perlengkapan untuk operasionalnya dalam ransel yang akan dibawanya terjun. Ada dua kamera 16mm, tiga kamera foto, satu tape recorder, dan sejumlah ﬁlm 16mm dan 120mm. Iajuga membawa senjata pistol Colt 45mm, seperti yang selalu digunakan Iohn Wayne dalam setiap ﬁlm perangnya; dari lwojima sampai The Longest Day, dan pisau hutan.</p>
<p>Sebelum hari-H, Letnan Sintong sebagai perwira operasi sudah empat kali melakukan orientasi medan dari udara di atas Lembah X dan sekitarnya. Bersama Gaisseau, ia melakukan survey udara dengan pesawat <em>Cessna-206 Skywagon milik MAP (Mission Aviation Fellowship)</em>. Mereka menyusuri sungai di unexplored area yang banyak jeram menuju sungai Indenberg sampai sungai Memberamo, yang dapat dilayari sejauh 50 km ke arah hulu.</p>
<p>Ternyata tidak mudah mendapatkan pesawat yang dapat dicarter untuk ekspedisi ini. Awalnya dijajaki pesawat <em>DHC-6 Twin Otter</em> milik Merpati Nusantara. Namun secara teknis pesawat ini sulit digunakan untuk penerjunan. Di samping itu, dalam persyaratan pembeliannya dari Kanada, tidak disebutkan bahwa pesawat dapat digunakan untuk kepentingan Operasi militer. Walaupun ekspedisi itu bersifat kemanusiaan, tapi sebagian besar pelakunya adalah anggota militer.</p>
<p>Akhirnya diperoleh pesawat Dakota milik Garuda Indonesia Airways yang dioperasikan Merpati. Sebelum digunakan pada hari H, pesawat ini dioperasikan juga untuk melakukan satu kali survei dari udara.</p>
<p>Menjelang penerjunan, Letnan Sintong mempersiapkan parasut utama T-10 dan paying cadangan T-7A. Pesawat Dakota dimodiﬁkasi agar kabinnya seperti C-47 Dakota versi militer untuk penerjunan. DC-3 tak memiliki mounting dan kabel baja untuk mengaitkan strob parasut personel dan barang. Ia pun menggunakan kabel baja jemuran yang dipinjamnya dari lapangan terbang Sentani.</p>
<p>Ujung baja untuk mengaitkan strob cli ujung static line parasut hanya diikatkan pada kaki kursi ujung depan clan belakang bagian kanan. Kursi-kursi di tengah sisi kanan sudah dilepas, tapi yang di sisi kiri tidak dilepas. Modiﬁkasi clianggap aman menurut perwira operasi, sehingga pesawat layak terbang. Pada pukul 07.15, Kapten Tanjung melaporkan kesiapan tim untuk diterjunkan ke Lembah X. Sarwo Edhie berpesan agar seluruh anggota tim selalu siap menghadapi keadaan yang paling buruk.</p>
<p>Pada pukul 07.30, pesawat Dakota yang diterbangkan Capt. Bonar Siahaan terbang menembus awan ke arah timur laut. Waktu pener- bangan ke <em>dropping zone (DZ)</em> di Lembah X sekitar satu jam. Semua anggota tim duduk di lantai pesawat di sisi kanan, yang terasa tidak nyaman. Untuk duduk di kursi dengan menggunakan parasut terasa seinpit. Pintu pesawat juga sempit, sehingga posisi peterjun harus membungkuk untuk keluar. Namun<em> the show mustgo on</em>, anggota tim harus siap terjun.</p>
<p>Pada bulan Oktober merupakan awal musim hujan di Irian Barat, tapi di pegunungan boleh dibilang sudah hujan setiap hari. Pesawat pun sempat diguyur hujan, walau kemudian cuaca menjadi cerah dengan keadaan awan rata-rata 2/8. Dilihat dari udara, daerah pegunungan itu sangat luas dan diselimuti hutan belantara. Pada waktu itu, hutan tropis seluas 31 juta hektare masih menutupi lebih dari 70 persen permukaan daratan lrian Barat. Mendekati Lembah X, cuaca makin membaik dengan jarak pandang sekitar 10 mil dan awan 1/8.</p>
<p><b>Siap Terjun</b></p>
<p>Bel berdering pendek tiga kali, menandakan pesawat sudah berada di atas Lembah X. Semua anggota tim berdiri berurutan, sesuai stick masing-masing. Capa Atang Ismail, <em>dispatcher</em>, tiarap di lantai  esawat sambil menju lurkan kepalanya ke luar pintu untuk mendapatkan pandangan  lebih cermat ke DZ. <em>Streamer</em> yang clijatuhkannya menunjukkan arah angin dengan kecepatan sekitar 10 knot di lembah yang dikelilingi pegunungan, tapi tidak menentu dan berubah-ubah di berbagai ketinggian. Sarwo Edhie, yang juga peterjun bebas, mengenakan parasutfreefall di punggung dan bertindak sebagai <em>jump master</em>.</p>
<p>Stick-1 siap terjun. Pada run pertama ini acla enam orang yang akan terjun secara berurutan: Letnan Sintong, Gaisseau, Harvey, Nicholas, Capa Marwoto, dan Prada Derek Vugu. Letnan Sintong, peterjun yang berkualiﬁkasi<em> free fall</em>, siap di ambang pintu. Sebelum terjun, ia teringat desas-desus tentang <strong><em>Michael Rockefeller</em></strong>, putra  raja minyak AS, yang inelakukan ekspedisi ilmiah ke daerah Asmat.</p>
<p>Asmat memiliki kekayaan akan karya ukir yang erat kaitannya dengan peristiwa ritual dan mitos. Usai ekspedisi ia tak kembali ke negaranya, tapi melakukan penjelajahan lagi. Namun kemudian ia hilang di pedalaman. Dalam pencariannya, hanya ditemukan sebelah sepatu dan sepotong kaki. Letnan Sintong berkata dalam hati, “jangan-jangan nanti setelah mendarat, saya dikeroyok oleh suku Lembah X, kemudian dimakan rame-rame.”</p>
<p>Beberapa saat setelah pesawat Dakota melintas di atas DZ, bunyi bel berdering panjang, tanda penerjunan dimulai. Capa Atang memberikan aba-aba dengan menepuk payung utama di punggung Sintong sambil berteriak, “Go !”. Letnan Sintong menerjang ke luar dari ketinggian 7.500 kaki 8.50O kaki dan diikuti oleh lima anggota stick-1 lainnya. Nicholas yang baru satu kali terjun paying di Perancis tampak agak canggung ketika melompat ke luar pesawat.</p>
<p>Stick-2 maju ke arah pintu dan Kapten Tanjung siap terjun.  “Kapten, rasanya arah pesawat kita kurang ke kanan,” kata Hendro. “Ya, memang masih kurang ke kanan,” jawabnya. Capa Atang kemudian memberi isyarat kepada Sarwo Edhie menunjukkan empat jari dengan ibu jari yang digerak kan ke kanan. Isyarat koreksi arah 4 derajat ke kanan yang diterima Sarwo Eclhie itu kemudian diteruskan kepada Capt. Bonar. Bunyi bel berdering panjang lagi. Capa Atang berteriak, “Go!” Kapten Tanjung menerjang, diikuti Hendro, yang melompat dengan menendangkan kaki kanan ke depan sejauh-jauhnya. Lalu Jennings, dr. Bondan, dan Solichin. Stick-3, dengan anggota Kapten Azhim, Kapten Hadiritma, Letnan Agung, Serma Suparmin, dan Prada Mami, siap terjun.</p>
<p>Penerjunan ini merupakan terjun statik pada ketinggian paling tinggi yang pernah dilakukan di Indonesia. Setelah parasut T-10 mengembang , udara terasa sejuk dan segar. Suasananya sunyi. Di bawah tampak lembah yang mem bentang luas; cliperkirakan berada di ketinggian 6.000 kaki &#8211; 7.000 kaki, Lembah yang dihampari rumput . . . . . (BERSAMBUNG&#8230;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2840&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2012/11/24/menjelajah-lembah-x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0001.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0001</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img_0003.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Penjelajahan Terhebat Mengenai Bumi</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2012/11/24/10-penjelajahan-terhebat-mengenai-bumi/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2012/11/24/10-penjelajahan-terhebat-mengenai-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2012 14:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[10 Penjelajahan Terhebat Mengenal Bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2832</guid>
		<description><![CDATA[The Most Extremely World Expeditions “Sudah ratusan orang melesat ke luar batas orbit Bumi. Sudah belasan orang menginjakan kaki di Bulan. Tapi, sudahkah kita mengenal Bumi kita sendiri?” (Lisa Levin, Scripps Institution of Oceanography, 2010) Pertanyaan Lisa Levin di atas tak lekang dimakan zaman. Buktinya, meski penjelajahan atas Bumi telah dilakukan ratusan tahun lalu, umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2832&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#000000;"><strong>The Most Extremely World Expeditions</strong> </span></h3>
<div id="attachment_2833" class="wp-caption alignleft" style="width: 241px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img.jpg"><img class="size-medium wp-image-2833" title="IMG" alt="" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img.jpg?w=231&#038;h=300" height="300" width="231" /></a><p class="wp-caption-text">Angkasa Edisi Koleksi No. 80 Tahun 2012</p></div>
<p>“Sudah ratusan orang melesat ke luar batas orbit Bumi. Sudah belasan orang menginjakan kaki di Bulan. Tapi, sudahkah kita mengenal Bumi kita sendiri?” (<em>Lisa Levin, Scripps Institution of Oceanography</em>, 2010)</p>
<p>Pertanyaan Lisa Levin di atas tak lekang dimakan zaman. Buktinya, meski penjelajahan atas Bumi telah dilakukan ratusan tahun lalu, umat manusia belum sepenuhnya mengenal planet yang kita diami bersama ini. Sudahkah kita mengenal Bumi kita sendiri?” Pertanyaan dengan nada menggugat ini dilontarkan untuk menghormati 50 tahun “perjalanan” ke dasar samudera yang dilakukan Don Walsh dan Jacques Piccard pada 1960. Hingga kini perjalanan nekad dengan kapal selam mini Trieste ke dasar Samudera Pasiﬁk sedalam 10.911 meter itu belum pernah diulang oleh siapa pun.<span id="more-2832"></span></p>
<p>Walsh dan Piccard sebenarnya tidak sendiri. Di masa silam, semangat yang bergelora telah sama-sama mendorong <em><strong>Ferdinand Magellan, Thor Heyerdahl, Christopher Columbus</strong></em>, dan Marco Polo untuk melakukan perjalanan serupa. Dengan keberanian di atas rata-rata, mereka menjelajah lautan, daratan serta belantara yang hampir tak pernah dipikirkan orang-orang pada umumnya. Semua dilakukan demi mencari dunia baru atau batas-batas pijakan baru (<em>the unknown frontier</em>). Untuk menguji pendiriannya, <em><strong>Magellan</strong></em> bahkan sampai harus menebus dengan nyawa.</p>
<p>Dalarn Edisi Koleksi Angkasa The Most Extremely World Expeditions — 11 Penjelajahan Terhebat Mengenal Bumi ini, Anda akan ajak mengikuti kisah penjelajahan atau ekspedisi yang dilakukan para petualang ekstrem. Meski terkesan gila, perjalanan mereka sesungguhnya amatlah inspiratif dan membuka wawasan. Perjalanan mereka telah membuat kita, kini, mengenal dunia lebih akurat. Dalam buku ini juga diulas Ekspedisi ke Lembah X, Papua, yang dilakukan Pierre Dominique Gaisseau bersama tim khusus TNI Angkatan Darat. Perjalanan mereka sama gilanya. Iangan lewatkan buku yang amat spesial ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2832&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2012/11/24/10-penjelajahan-terhebat-mengenai-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2012/11/img.jpg?w=231" medium="image">
			<media:title type="html">IMG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kirim Senjata Ke Mujahidin</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2011/12/25/kirim-senjata-ke-mujahidin/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2011/12/25/kirim-senjata-ke-mujahidin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 15:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[8 Operasi Terselubung Paling Menggegerkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2791</guid>
		<description><![CDATA[Adakah hubungan antara Indonesia dengan gerakan Mujahidin di Afghanistan? Tanpa diketahui banyak orang, Pemerintah RI pernah mengirim ribuan senapan AK-47 untuk mendukung gerilyawan Mujahidin dalam menghadapi mesin perang Uni Soviet. Awal tahun 1970-an dunia dan terutama negara-negara Asia Tenggara khususnya lagi Asean, dikejutkan dengan jatuhnya Vietnam Selatan ke tangan Vietnam Utara menyusul terusirnya pasukan Amerika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2791&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2792" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0001a.jpg"><img class="size-medium wp-image-2792" title="IMG_0001a" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0001a.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" width="300" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Pesawat B707 Pelita Air Service yang digunakan dalam Operasi Babut Mabur, kemudian dihibahkan kepada TNI AU. Dalam operasi yang penuh kerahasiaan ini, Pemerintah Indonesia mengirimkan ribuan senjata AK-47 dan recoiless gun untuk digunakan pejuang Mujahidin dalam menghadapi Uni Soviet. Beberapa tahun yang lalu, pesawat ini dijual kepada salah satu negara di Afrika.</p></div>
<p>Adakah hubungan antara Indonesia dengan gerakan Mujahidin di Afghanistan? Tanpa diketahui banyak orang, Pemerintah RI pernah mengirim ribuan senapan AK-47 untuk mendukung gerilyawan Mujahidin dalam menghadapi mesin perang Uni Soviet.</p>
<p>Awal tahun 1970-an dunia dan terutama negara-negara Asia Tenggara khususnya lagi Asean, dikejutkan dengan jatuhnya Vietnam Selatan ke tangan Vietnam Utara menyusul terusirnya pasukan Amerika dari daratan Vietnam. <span id="more-2791"></span>Sebagai sesama negara Asean timbul kekhawatiran akan meluasnya pengaruh ideologi komunis di Asia Tenggara, yang secara langsung sekaligus membentuk adanya musuh bersama negara-negara Asean yang kemudian membentuk persepsi yang sama untuk bersama-sama menghadapinya.</p>
<p>Situasi dunia kala itu masih dilanda era Perang Dingin antara Amerika Serikat plus negaranegara Barat (NATO) menghadapi Uni Soviet dengan negaranegara Timur (Pakta Warsawa). Di tengah suasana yang penuh ketegangan ini, diselingi dengan gejolak-gejolak lokal dalam rangka perebutan wilayah pengaruh kekuasaan.</p>
<div id="attachment_2802" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0002a1.jpg"><img class="size-medium wp-image-2802" title="IMG_0002a" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0002a1.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" width="300" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Atol Diego Garcia dilihat dari udara. Pulau ini dipilih sebagai tempat transit untuk mengisi bahan bakar guna menghindari wilayah udara India yang mungkin membahayakan misi.</p></div>
<p>Menjelang akhir 1970-an, dunia bebas (Non-Blok) dikejutkan dengan invasi besar-besaran kekuatan militer Uni Soviet ke Afghanistan. Pasukan pertama yang dikirim Soviet berasal dari 40th Army yang mulai memasuki Afghanistan pada 24 Desember 1979. Kedatangan pasukan Soviet ini segera mendapat reaksi keras dari rakyat Afghanistan, atau lebih tepatnya gerilyawan Mujahidin yang berjuang menghadapi Republik Demokratik Afghanistan beraliran Marxist-Leninist dan mendapat dukungan Soviet.</p>
<div id="attachment_2798" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003a3.jpg"><img class="size-medium wp-image-2798" title="IMG_0003a" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003a3.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">Diego Garcia merupakan gugusan karang di Samudera Hindia yang dimiliki oleh Inggris namun dioperasikan oleh Amerika sebagai pangkalan militer. Dengan saluran intelijenyang hebat, perizinan diperoleh dari keduanegara.</p></div>
<p>Perlawanan rakyat Afghanistan dalam melawan Soviet dilaksanakan dengan taktik perang gerilya mengandalkan jiwa turun menurun bangsa pejuang. Penuguasaan atas medan pegunungan yang berbatu dan bergua menjadi kelebihan para pejuang ini. Para pejuang yang kemudian menyebut dirinya Mujahidin ini menarik simpati negara bebas (khususnya Islam) untuk membantu dengan mengirim sukarelawan dan tentunya pula persenjataan.</p>
<p>Sementara Amerika Serikat yang baru saja terpukul mundur dari Vietnam nyaris tidak berdaya dan khawatir akan terjadi konfrontasi langsung mengarah kepada perang terbuka. Sehingga tidak berani melibatkan pasukan daratnya membantu para pejuang di Afghanistan. Dalam keadaan seperti ini, melalui Pakistan, Amerika memberikan bantuan persenjataan berupa peluru kendali antipesawat untuk menembak helikopter tempur dan tank Uni Soviet yang ditakuti.</p>
<p>Dengan sejumlah bekal persenjataan bantuan dan AS tersebut, pejuang Mujahidin bertempur mati-matian memukul mundur pasukan Soviet yang jelas-jelas lebih terlatih dan dipersenjatai lebih baik. Namun bukan berarti Mujahidin sama sekali nol besar soal kemiliteran. Sejumlah besar pejuang Mujahidin dilatih secara khusus oleh CIA pacla masa pemerintahan Presiden Jimmy Carter. CIA juga memasok senjata, amunisi, dan peralatan.</p>
<p>Pihak intelijen AS juga menghimbau dan melobi negara-negara dunia bebas serta Asean untuk membantu persenjataan para pejuang Mujahidin dan menyediakan diri menjadi &#8220;koordinator&#8221;. Himbauan ini dengan cepat ditanggapi sejumlah negara. Beberapa negara anggota Asean melalui AS mendahului membantu dengan mengirimkan persenjataan ringan guna mempersenjatai para Mujahidin. Bantuan perkuatan juga mengalir dalam bentuk sukarelawan dari Arab Saudi, Aljazair, Yaman, Pakistan, Filipina dan Indonesia.</p>
<p>Bagaimana reaksi Indonesia? &#8220;Kalau kita bisa (lakukan) sendiri, kenapa harus lewat Amerika,&#8221; pikir Letjen TNI L.B. Moerdani, Kepala Badan Intelijen Strategis ABRI, seperti ditirukan Marsda (Pur) Teddy Rusdy. Akhirnya pimpinan intelijen ABRI dengan persetujuan pimpinan nasional, sepakat membantu para pejuang secara tertutup dan langsung tanpa melalui perantara AS. Maka dipersiapkanlah suatu operasi intelijen yang diberi sandi Flying Carpets (Permadani Terbang) atau disebut juga Babut Mabur. &#8220;Operasi ini sangat tertutup sehingga hanya diketahui oleh sedikit orang,&#8221; ujar Teddy lagi.</p>
<div id="attachment_2803" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0005.jpg"><img class="size-medium wp-image-2803" title="IMG_0005" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0005.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ribuan senapan AK-47 yang dikirim Pemerintah Indonesia, kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan Mujahidin hingga berhasil memukul mundur Soviet. Selain Indonesia, Malaysia juga mengirimkan senjata namun melalui jaringan di Amerika</p></div>
<p>Jaringan intelijen ABRI mulai bekerja membuka saluran komunikasi dengan mitranya di luar negeri. Tanggal 18 Februari 1981 di Islamabad, Pakistan, diadakan pertemuan khusus antara L.B. Moerdani yang didampingi seorang perwira menengah TNI AU yang merupakan salah satu perwira staf BAIS dengan jabatan Paban VIII Staf Intel Hankam, Kolonel Udara Teddy Rusdy dengan pimpinan intelijen Pakistan (ISI, Inter-Services Intelligence). Pertemuan ini pada intinya membicarakan kesediaan Indonesia membantu dalam hal logistik, obat-obatan, dan persenjataan. Pimpinan intelijen ABRI menjelaskan bahwa jajaran ABRI masih memiliki banyak persenjataan yang bisa untuk melengkapi dua satuan setingkat batalion infanteri. Saat itu juga dijelaskan bahwa Indonesia masih menyimpan banyak persenjataan buatan Uni Soviet yang digunakan saat persiapan Tri Komando Rakyat (Trikora) dalam Operasi Pembebasan Irian Barat.</p>
<p>Selain menyampaikan kesediaan Indonesia memberikan bantuan, poin kedua yang tak kalah pentingnya adalah meminta peranan intelijen Pakistan membantu kelancaran misi ini. Meliputi membantu mengeluarkan izin terbang lintas (flight clearance) dan izin mendarat di Rawalpindi bagi pesawat Indonesia. Pakistan juga diminta menyediakan truk serta pengawalan sampai penyerahan ke pihak pejuang Mujahidin di Kota Badaber, sekitar 24 km dari Peshawar kota perbatasan di Pakistan. Akhirnya kedua pejabat intelijen inipun bersalaman, menandakan bahwa Pakistan siap membantu Indonesia.</p>
<p>Sekembalinya ke Jakarta, tim khusus yang dibentuk mulai menyusun rencana operasi Permadani Terbang secara sangat tertutup. Pertama, disiapkan rencana penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju sasaran (Rawalpindi) dengan menggunakan pesawat Boeing B707 milik Pertamina yang dioperasikan oleh Pelita Air Service. Untuk kesuksesan misi, dipilihlah awak yang sudah terlatih dalam melaksanakan operasi penerbangan intelijen. Mereka bertiga, yaitu Capt Arifin, Capt Abdullah, dan Capt Danur. Tim juga menyusun rencana penerbangan (flight plan) dengan beberapa batasan.</p>
<p>Untuk mendukung rencana ini, operasi penerbangan diberikan &#8220;cover&#8221; operasi kemanusiaan dengan membawa bantuan berupa obat-obatan untuk para korban peperangan di Afghanistan. Kemudian disusun rute penerbangan dengan rencana alternatif darurat menghindari wilayah udara India yang dinilai sebagai tidak bersahabat dengan Pakistan dan sebaliknya bersahabat dengan Uni Soviet. Selanjutnya, disusun pula rute penerbangan yang paling aman dari segi intelijen yakni melalui Samudera Hindia. Namun karena fakta keamanan terbang dan masalah logistik, diperlukan satu kali pendaratan untuk mengisi bahan bakar; dan yang paling ideal adalah sebuah technical landing di Pulau Diego Garcia, yaitu sebuah kepulauan atol di Samudera Hindia milik Inggris namun dioperasikan oleh Amerika Serikat untuk mendukung logistik Armada Ke-6 AL AS dalam mengawasi kawasan Samudera Hindia. Untuk itu diperlukan pendekatan ganda baik kepada intelijen Inggris guna mendapatkan izin mendarat dan dengan intelijen AS sebagai &#8220;penguasa&#8221; Diego Garcia.</p>
<p>Jarak tempuh garis lurus terpendek dari Jakarta ke Rawalpindi sekitar 5.400 mil laut, namun sepertiga perjalanan harus melintasi wilayah udara India. Karena itulah akhirnya dipilih rute penerbangan Jakarta-Diego Garcia di Samudera Hindia dengan jarak 3.000 mil laut dan dilanjutkan Diego Garcia-Rawalpindi di Pakistan utara sejauh 3.000 mil laut lagi. Alhasil total jarak yang harus ditempuh bertamabah 600 mil laut dengan total 6.000 mil laut.</p>
<p><strong>Kumpulkan Senjata</strong></p>
<p>Menurut catatan Mabes ABRI, persenjataan buatan Uni Soviet di lingkungan ABRI tersebar di satuan-satuan TNI AU dan AD. Tim sudah menyiapkan langkahlangkah untuk mengumpulkan dan kemudian mengondisikan agar senjata ini aman untuk dikirim. Melalui sebuah surat perintah, semua senjata ini dikumpulkan untuk kemudian didata. Memang setelah terkumpul dan dihitung, senjata ini bisa digunakan untuk melengkapi dua batalion infanteri, seperti yang dijanjikan LB Moerdani kepada mitra Pakistan-nya. Senjata-senjata ini lalu dinilai satu persatu untuk melihat serviceability-nya. Apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak.</p>
<p>Tahap selanjatnya yang melelahkan adalah menghapus semua nomor seri (serial number) setiap pucuk senjata guna menghindari identitas pemilik awal. Suatu kegiatan yang sungguh menghabiskan waktu dan tenaga demi suksesnya operasi intelijen. Kira-kira empat bulan kemudian sejak operasi Permadani Terbang digulirkan, pada akhir Juni dinyatakan bahwa seluruh persenjataan telah berhasil dikerok nomor serinya dan saat itu terkumpul di gudang khusus yang disiapkan pihak intelijen di Lanud Halim Perdanakusuma. Senjata yang berhasil dikumpulkan terdiri dari ribuan senapan serbu AK-47, senjata berat STTB (senjata tanpa tolak batik), dan mortir. Semuanya dimasukan ke dalam peti-peti dengan tanda &#8220;palang merah&#8221;, digabung dengan bantuan berupa selimut dan obat-obatan.</p>
<div id="attachment_2805" class="wp-caption alignleft" style="width: 305px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0004a.jpg"><img class="size-medium wp-image-2805" title="IMG_0004a" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0004a.jpg?w=295&#038;h=300" alt="" width="295" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">LB Moerdani menyambut kedatangan Paus Yohannes Paulus II dalam perjalanannya ke Timor-Timur. Peran sentral LB Moerdani sangat herpengaruh besar dalam setiap operasi intelijen di era itu.</p></div>
<p>Rencana penerbangan telah disusun dengan tujuh awak terpilih terdiri dari tiga captain pilot, dua flight engineer, dan dua cargo officers. Izin pendaratan teknis dari Inggris dan AS telah diterima. Izin terbang lintas dan izin mendarat di Rawalpindi dari Pakistan juga sudah diterima, termasuk kesiapan 20 truk untuk mengangkut bantuan dari bandara Rawalpindi ke Badaber di Afghanistan. &#8220;Tidak mudah meminta izin ke Inggris dan Amerika, namun karena jaringan intelijen Indonesia saat itu sangat bagus, izin pun akhirnya mereka keluarkan,&#8221; jelas Teddy sambil menambah bahwa nama besar LB Moerdani betul-betul jadi jaminan saat itu.</p>
<p>Untuk mendukung operasi di darat, telah disiapkan dua perwira menengah BAIS dilengkapi peralatan Alkomsus (Mat Komunikasi Khusus). Salah satu dari perwira ini berasal dari pasukan khusus. Kantor kedutaan Indonesia di Islamabad, Pakistan termasuk atase pertahanan di KBRI Kolonel Kay Harjanto, tidak dilibatkan untuk menghiridari kemungkinan terjadinya skandal diplomatik apabila pelaksanaan operasi bocor dan gagal.<br />
Soal perwira penghubung ini seperti diceritakan Teddy, sengaja dipilihnya karena selain sedang penugasan di BAIS, dia adalah perwira yang menonjol dan berasal dari satuan elite. &#8220;Ketika Pak Benny tanya saya, siapa yang dipercaya, saya langsung sebut nama dia,&#8221; kata Teddy. Ada satu kejadian yang nyaris membuat cover si perwira terungkap. Satu pagi di hotel tempatnya menginap, perwira yang hobi olahraga ini melakukan senam militer. Hanya spontanitas tanpa maksud apa-apa, sebuah rutinitas yang dijalaninya puluhan tahun. Tanpa disadarinya seseorang menghampirinya sambil berucap, &#8220;Anda seorang tentara ya.&#8221; Kaget menerima pertanyaan, perwira ini hanya bersungut-sungut sambil membalas bahwa gerakan senam yang dia lakukan hanya berdasarkan kesukaann saja. &#8220;Saya bukan tentara,&#8221; ujarnya. Perwira ini diberangkatkan seorang diri dari Jakarta sambil membawa Alkomsus.</p>
<p>Pukul 20.00 Wib, 18 Juli 1981, dalam kesunyian malam, iringiringan truk keluar dari gudang khusus Pusat Intelijen Strategis memasuki Lanud Halim Perdanakusuma. Truk-truk ini berjalan pasti menuju titik bongkar. Setelah merapat, membongkar, dan memindahkan muatan berupa peti-peti bertanda palang merah ke dalam B707 yang telah dilepas semua kursinya sehingga menjadi pesawat kargo. Pukul 4 pagi tang-gal 19 Juli, semua muatan telah tertata rapi di sepanjang fuselage B707. Pesawat lepas landas ke arah barat menuju lautan bebas Samudera Hindia dengan sasaran kepulauan atol Diego Garcia, pangkalan logistik Armada ke-6 AL AS.</p>
<p>Sesuai prosedur standar yang diatur dalam dunia penerbangan internasional oleh ICAO, pilot dan kopilot tetap melapor di setiap Flight Information Region (FIR). Pimpinan operasi yang ikut dalam penerbangan mulai membuka hubungan melalui Alkomsus dengan pimpinan intelijen ABRI di Jakarta dan anggota yang ditugaskan di Rawalpindi. Dengan kata lain terjadi komunikasi segitiga di antara ketiga pelaku utama di balik operasi ini. Tugas anggota khusus di Rawalpindi ini adalah secara tertutup melaporkan dan berkoordinasi dengan pimpinan intelijen Pakistan di Rawalpindi guna menyiapkan reception party petugas penerimaan dengan menyiapkan kendaraan truk dan crane yang diperlukan untuk memindahkan muatan dari pesawat ke dalam truk yang sudah disiapkan.</p>
<p>Setelah kurang lebih tujuh jam penerbangan, pesawat mulai membuka hubungan radio dengan Diego Garcia seraya meminta izin pendaratan (technical landing). Pesawat mendarat mulus dan dipandu menuju special apron untuk mendapatkan pengisian bahan bakar. Kecuali dua loadmaster dan seorang engineer yang akan mengawasi pelaksanaan pengisian bahan bakar, pimpinan operasi bersama para pilot dan awak pesawat lainnya dijemput petugas dari US Marine ke mess perwira untuk makan siang dan istirahat.</p>
<p>Diego Garcia adalah suatu gugusan kepulauan karang (atol) di Samudera Hindia, terletak sangat strategis untuk mengawasi lalu lintas kapal di Samudera Hindia meliputi kawasan Asia Tengah, Timur Tengah dan pantai Barat Afrika. Kecuali letaknya yang memiliki titik strategis secara militer, Diego Garcia adalah kepulauan yang tandus sehingga seluruh kebutuhan kehidupan harus dipasok dari luar. Sebagai tempat singgah kapal perang Armada ke-6 AL AS, Diego Garcia adalah tempat penimbunan logistik pendukung Armada baik bagi kapal (perawatan) maupun awak kapalnya untuk rest and recreation (R&amp;R).</p>
<p>Bentuk bangunannya sangat fungsional seperti bentuk barak militer namun dengan kelengkapan yang mewah dilengkapi kelab malam dan toko kebutuhan prajurit serba ada (Army Navy PX). Tenaga-tenaga sipil yang dipekerjakan selain warga negara Amerika, sebagian besar berasal dari Filipina sehingga Diego Garcia dapat berfungsi dengan sangat nyaman bagi para awak yang mendarat.</p>
<p>Selama pengisian bahan bakar, pimpinan operasi dan kru yang tidak bertugas, berkesempatan menikmati makanan hangat ala publik Amerika di kantin yang serba lengkap. Rombongan juga diajak meninjau PX mall untuk window shopping dan keliling pulau meninjau obyek-obyek R&amp;R awak kapal yang serba lengkap dengan nuansa pantai seperti di Hawaii atau Bali.</p>
<p>Sambil menunggu waktu agar dapat mendarat di Rawalpindi menjelang tengah madam, kami empat selonjor melepaskan kepenatan. Lepas maghrib ketika cakrawala mulai gelap menjelang madam, dengan bahan bakar penuh dan lunch-boxes serta snacks untuk makan di perjalanan, B707 lepas landas meninggalkan Diego Garcia, heading ke utara menuju daratan Asia Tengah dengan tujuan Rawalpindi. Duapertiga waktu perjalanan terbang di atas Samudera Hindia dan Laut Arab, akhirnya pesawat memasuki wilayah Pakistan dan mendarat di Rawalpindi menjelang tengah malam.<br />
Kontak radio dengan menara pengawasan otoritas lalu lintas udara Pakistan terjalin dengan mulus ketika akan memasuki wilayah udara Karachi. Pesawat kemudian dipandu melintas ke utara menuju Rawalpindi.</p>
<p>Kurang lebih 100 nautical miles menjelang Rawalpindi, kontak radio dengan menara pengawas lapangan telah terhubung untuk dipandu melakukan pendaratan. Walaupun praktis tidak tidur nyenyak selama hampir 24 jam sejak proses pemutan peti-peti bantuan, para penerbang mendaratkan pesawat dengan mulus di lapangan udara Rawalpindi di tengah keheningan malam. Pesawat dipandu oleh mobil follow me dari otoritas bandara menuju wilayah apron yang tersembunyi serta jauh dari keramaian.</p>
<p>Segera setelah mesin dimatikan, seorang petugas intelijen Pakistan melapor bahwa truk-truk pengangkut dan tim telah siap untuk membongkar dan memindahkan muatan. Dengan cepat, cermat, dan efisien, tim penerima (reception party) memindahkan muatan dari pesawat ke dalam truk-truk yang disediakan. Menjelang subuh, seluruh peti-peti bertanda palang merah bantuan obat-obatan dan selimut dari pemerintah dan rakyat Indonesia, telah berjajar rapi. Setelah semua persiapan dinilai selesai, rombongan bergerak ke barat laut dalam suatu konvoi yang panjang menuju Kota Badaber untuk diserahkan kepada pimpinan Mujahidin.</p>
<p>Kepada awak pesawat diberikan kesempatan untuk beristirahat di hotel berbintang empat di Rawalpindi. Mereka berhak mendapatkan proses pemulihan yang mewah sebelum tugas dan misi berikutnya dijalankan. Iring-iringan konvoi 20 truk dan satu jip pembuka dan penutup bergerak menyongsong fajar pagi ke barat menuju perbatasan Pakistan-Afghanistan. Setelah menempuh perjalanan darat melalui jalur-jalur jalan berbatu, sebelum tengah hari konvoi memasuki wilayah Afghanistan yang dikuasai para Mujahidin. Secara cepat dilakukan upacara sederhana penyerahan bantuan &#8220;obat-obatan dan selimut&#8221; untuk para pengungsi korban perang di Afghanistan.</p>
<p>Dengan lega, setelah penyerahan, dengan jip yang sama komando pimpinan operasi memutar arah keluar untuk kernbali ke wilayah Pakistan, menuju Islamabad. Menjelang malam hari rombongan menuju hotel International di Islamabad untuk selanjutnya melapor kepada pimpinan intelijen ABRI dan istirahat.</p>
<p>Pagi harinya pimpinan operasi didampingi dua perwira menengah BAIS di Rawalpindi dan petugas Alkomsus melaporkan kepada pimpinan intelijen ABRI tentang pelaksanaan Operasi Babut Mabur. Pada malam harinya pimpinan ISI Pakistan menjamu makan malam seluruh rombongan termasuk awak pesawat, yang dimeriahkan dengan malam kesenian tradisional tarian Pakistan sebagai ungkapan terima kasih dan berakhirnya kerjasama Operasi Babut Mabur.</p>
<p>Jam sepuluh pagi keesokan harinya, seluruh personel kembali ke Jakarta menumpang pesawat yang sama namun sudah dalam keadaan kosong melompong dan dijadikan tempat tidur selama perjalanan pulang langsung dari Islamabad ke Jakarta. Selain membawa seluruh personel Operasi Babut Mabur ke Jakarta, di sudut lorong badan pesawat, terdapat gulungan-gulungan karpet dari Pakistan yang terkenal mutunya sebagai kenang-kenangan sukseknya Operasi Babut Mabur.</p>
<p><strong>Intelijen Itu Kepercayaan</strong></p>
<p>Bangsa Afghanistan yang terdiri dari beberapa suku (tribes) dengan Pastun dan Dari sebagai suku terbesar adalah bangsa pejuang yang tidak pernah dikua sai penuh oleh bangsa manapun, termasuk Inggris ketika menjajah India dan Pakistan (Asia Tengah). Kegigihan rakyat pejuang Afghanistan, didukung oleh beratnya medan gunung dan bukit berbatu serta banyaknya gua-gua tempat persembunyian, membuat Afghanistan menjadi suatu medan perang gerilya yang ideal.</p>
<p>Seluruh wilayah Afghanistan ibarat suatu medan penghalang yang besar untuk menyatukan wilayah timur dan barat benua Asia. Ada dua jalan pendekat yang pada masa dahulu kala dijadikan jalur penghubung dan dikenal sebagai Jalur Sutera, yakni lembah yang memanjang dari Khyber Pass ke Kohat Pass. Melalui jalur ini seolah melalui jalur kematian karena dihadang oleh para gerilyawan dari bukit-bukit sekelilingnya. Oleh karena itu sandaran kekuatan utama pasukan Uni Soviet adalah kesatuan tank dan pesawat tempur/helikopter. Namun tekanan gerilyawan yang berkepanjangan dan banyaknya jumlah korban pasukan Uni Soviet yang tewas, pada akhirnya tahun 1992 Uni Soviet menarik mundur pasukannya dengan harus membayar mahal 13.310 anggota pasukannya terbunuh dan 35.478 anggota pasukan lukaluka serta 311 pasukannya hilang dalam tugas (missing in action).</p>
<p>Pengalaman pahit pasukan Uni Soviet seperti mengulangi pengalaman pahit pasukan Amerika Serikan ketika harus mundur dari Vietnam dengan kerugian nyawa, harta, dan benda yang teramat besar dan menjadi beban bangsa. Mengenang Operasi Babut Mabur, Teddy hanya bisa berucap pelan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kehebatan badan intelijen ABRI saat itu. Meski tidak memungkiri nama besar LB Moerdani, Teddy juga memberikan apresiasi tinggi kepada perwira-perwira BAIS yang bermain di balik layar saat itu, mempunyai integritas tinggi dalam dunia intelijen. &#8220;Dunia intelijen membutuhkan lepercayaan&#8217;, tanpa itu tidak mungkin operasi seperti ini bisa dilaksanakan,&#8221; beber mantan navigator Tu16 Badger dan pemegang Bintang Sakti ini menutup perbincangan. (ben)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2791/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2791&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2011/12/25/kirim-senjata-ke-mujahidin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0001a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0001a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0002a1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0002a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003a3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0003a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0005</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0004a.jpg?w=295" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0004a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mereka yang Lolos dari PETRUS</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2011/12/25/mereka-yang-lolos-dari-petrus/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2011/12/25/mereka-yang-lolos-dari-petrus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 05:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[8 Operasi Terselubung Paling Menggegerkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.wordpress.com/?p=2778</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak cara bagi para residivis atau mereka yang bertato dan sudah tidak lagi aktif di dunia kriminal untuk lolos dari OPK. Berbagai sumber yang diwawancarai Angkasa memaparkan cara bagaimana bisa lolos dari OPK tanpa harus kehilangan nyawa. Salah satu cara paling mudah tapi berisiko karena tidak ada yang menjamin adalah kabur ke daerah lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2778&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0004.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2779" title="IMG_0004" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0004.jpg?w=232&#038;h=300" alt="" width="232" height="300" /></a>Ada banyak cara bagi para residivis atau mereka yang bertato dan sudah tidak lagi aktif di dunia kriminal untuk lolos dari OPK. Berbagai sumber yang diwawancarai Angkasa memaparkan cara bagaimana bisa lolos dari OPK tanpa harus kehilangan nyawa. Salah satu cara paling mudah tapi berisiko karena tidak ada yang menjamin adalah kabur ke daerah lain dan bare kembali ke daerah asal ketika aksi OPK sudah usai seperti yang pernah dilakukan oleh Bathi Mulyana.</p>
<p>Tapi bagi mereka yang memang merasa baik-baik saja namun dijadikan target hanya karena memiliki tato di tubuhnya atau pernah sesekali melakukan tindakan kriminal ringan, ia bisa minta surat jaminan dari tokoh masyarakat yang memiliki hubungan dekat dengan aparat keamanan. <span id="more-2778"></span>Biasanya orang yang menempuh cara itu akan lolos dari OPK dan hanya dikenai sanksi wajib lapor. Langkah serupa sebagai contoh pernah dilakukan oleh seorang penjaga sekolah di kawasan Bekasi. Karena memiliki tubuh sangar dan bertato serta tidak pernah melakukan tindakan kejahatan, orang tersebut menjadi kecut ketika tersebar berita simpang-siur bahwa dirinya menjadi target OPK. Agar aman orang tersebut kemudian minta jaminan surat kelakuan baik dari kepala sekolah dan mendapat tanggapan yang bagus dari aparat keamanan.</p>
<p>Contoh lain di Yogyakarta adalah tokoh gali muda yang dijadikan target OPK padahal dalam bulan-bulan terakhir ia tak pernah lagi melakukan kejahatan. Ayahnya yang kebetulan mantan gali dan dekat dengan aparat akhirnya bisa membebaskan sang anak dari sasaran OPK setelah minta jaminan keamanan dengan memberikan dua ekor sapinya. Pada dasarnya jika target OPK mau menyerahkan diri secara baik-baik dan sanggup dibina dipastikan dirinya bisa lolos dari maut. Upaya meloloskan diri dari target OPK bisa dinegosiasi karena aparat keamanan setempat biasanya tahu siapa saja tokoh gali yang sudah menjadi target dan berada di dalam dattar pencarian orang ( DPO). (win)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2778&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2011/12/25/mereka-yang-lolos-dari-petrus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0004.jpg?w=232" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0004</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Misteri PETRUS (Penembak Misterius)</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2011/12/25/mengungkap-misteri-petrus-penembak-misterius/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2011/12/25/mengungkap-misteri-petrus-penembak-misterius/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 04:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[8 Operasi Terselubung Paling Menggegerkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.wordpress.com/?p=2769</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1980-an suasana kota Yogyakarta tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Para preman yang selama dikenal sebagai gabungan anak liar (gali) dan menguasai berbagai wilayah operasi tiba-tiba diburu tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OM) yang kemudiart dikenal sebagai penembak misterius (Petrus). Ketika melakukan aksinya tak jarang suara letusan senjata para penembak misterius terdengar oleh masyarakat sehingga suasana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2769&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2770" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/aa2.jpg"><img class="size-medium wp-image-2770" title="aa" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/aa2.jpg?w=300&#038;h=231" alt="" width="300" height="231" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi ketika mayat gali yang baru said dihabisi dimasukkan karung lalu di buang ke sungai atau semak-semak belukar. Jarang sekali mayat &quot;gali&quot; sengaja dikubur tapi sengaja dibuang di sembarang agar bisa ditemukan penduduksebagai shock therapy.</p></div>
<p>Pada tahun 1980-an suasana kota Yogyakarta tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Para preman yang selama dikenal sebagai gabungan anak liar (gali) dan menguasai berbagai wilayah operasi tiba-tiba diburu tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OM) yang kemudiart dikenal sebagai <strong>penembak misterius (Petrus)</strong>. Ketika melakukan aksinya tak jarang suara letusan senjata para penembak misterius terdengar oleh masyarakat sehingga suasana tambah mencekam. <span id="more-2769"></span>Mayat para korban penembakan atau pembunuhan misterius itu urnurnnya mengalami luka di kepala serta leher dan dibuang di lokasi yang mudah ditemukan penduduk. Ketika ditemukan, mayat biasanya langsung dikerumuni penduduk dan menjadi head line media massa yang terbit di Yogyakarta.</p>
<p>Berita tentang terbunuh-nya para tokoh gali itu sontak menjadi heboh dan menjadi bahan pembicaraan di semua wilayah DIY hingga ke pelosok-pelosok kampung. Meskipun merupakan pembunuhan misterius, hampir semua penduduk Yogyakarta saat itu paham bahwa pelaku atau eksekutornya adalah aparat militer dan sasarannya adalah para gali terkenal. Disebut sebagai gali terkenal karena tokoh di dunia kejahatan itu secara terang-terangan menguasai satu lokasi, memungut uang dari lokasi yang menjadi kekuasaannya, bisa seenak hati menganiaya orang yang dianggap melawan, merampok atau melakukan kejahatan lainnya secara terang-terangan, dan kadang-kadang polisi setempat tidak berani bertindak karena pengaruh si tokoh gali demilcian besar. Terbunuhnya para tokoh gali secara misterius sebenarnya membuat warga senang tapi para gali yang hanya memakai status itu sebagai ajang gagah-gagahan menjadi sangat ketakutan.</p>
<p><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0002.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2774" title="IMG_0002" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0002.jpg?w=300&#038;h=215" alt="" width="300" height="215" /></a>Aparat keamanan di Yogyakarta memang mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan OPK (Operasi Penumpasan Kejahatan) terhadap para gali, tapi siapa tim OPK yang menjalankan tugas tidak pernah diberi tahu dan hingga kini masih tetap misterius. Aparat militer di Yogyakarta saat itu terpaksa turun tangan untuk melakukan pembersihan mengingat tindak kejahatan para gali sudah keterlaluan bahkan masyarakat cenderung lebih takut terhadap para gali dibandingkan aparat kepolisian. Turunnya aparat militer dalam operasi OPK itu diakui sendiri oleh Letkol M. Hasbi yang saat itu menjabat sebagai komandan Kodim 0734 yang juga merangkap Kepala Staf Garnisun Yogyakarta. Meskipun cara kerja tim OPK itu tidak pernah diumumkan, modus operandinya mudah ditebak. Tim OPK melakukan briefing terlebih dahulu, menentukan sasaran yang akan disikat, melaksanakan penyergapan pada saat yang paling tepat, saat korban berhasil ditemukan langsung ditembak mati atau dibawa ke suatu tempat dan dieksekusi. Mayat korban yang tewas biasanya langsung dimasukkan karung atau dilempar ke lokasi yang mudah ditemukan. Hari berikutnya tim OPK bisa dipastikan akan mengecek hasil operasinya lewat surat kabar yang terbit hari itu sambil memberikan penilaian terhadap kehebohan yang berlangsung di masyarakat.</p>
<p>Aksi OPK melalui modus Petrus itu dengan cepat menimbulkan ketegangan dan teror bagi para pelaku kejahatan secara nasional karena korban OPK di kota-kota lainnya juga mulai berjatuhan. OPK yang berlangsung secara rahasia itu secara psikologis justru merupakan tindakan menekan angka kriminalitas yang dilaksanakan terang-terangan. Di tingkat nasional sendiri operasi rahasia untuk menumpas para bromocorah itu malah bisa dirunut secara jelas meskipun pelakunya tetap misterius. Pada tahun 1982 misalnya, Presiden Soeharto memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya saat itu, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keberhasilannya membongkar aksi perampokan yang meresahkan masyarakat. Selain mampu membongkar aksi perampokan, Anton Soedjarwo juga dinilai sukses dalam melancarkan aksi OPK.</p>
<p>Pada bulan Maret tahun yang sama pada acara khusus yang membahas masalah pertahanan dan keamanan, Rapim ABRI, Presiden Soeharto bahkan meminta kepada Polri (masih menjadi bagian dari ABRI) untuk mengambil langkah pemberantasan yang efektif dalam upaya menekan angka kriminalitas. Keseriusan Soeharto agar Polri/ ABRI menggencarkan operasi yang efektif untuk menekan angka kriminalitas bahkan kembali diulangi dalam pidato kenegaraan yang berlangsung pada 16 Agustus 1982. Karena permintaan atau perintah Soeharto disampaikan pada acara kenegaraan yang istimewa, sambutan yang dilaksanakan oleh petinggi aparat keamanan pun sangat serius. Permintaan Soeharto itu sontak disambut oleh Pangkopkamtib Laksamana Soedomo melalui rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta yang berlangsung di Markas Kodam Metro Jaya 19 Januari 1983. Dalam rapat yang membahas tentang keamanan di ibukota itu kemudian diputuskan untuk melaksanakan operasi untuk menumpas kejahatan bersandi Operasi Celurit di Jakarta dan sekitarnya. Operasi Celurit itu selanjutnya diikuti oleh Polri/ABRI di masing-masing kota serta provinsi lainnya. Para korban Operasi Celurit pun mulai beriatuhan.</p>
<p><strong>Operasi di Yogyakarta</strong></p>
<p>Selama sebulan OPK di Yogyakarta, paling tidak enam tokoh peniahat tewas terbunuh. Para korban OPK yang ditemukan tewas itu rata-rata dengan luka tembak mematikan di kepala dan lehernva. Dua di antara korban OPK yang berhasil diidentifikasi adalah mavat Budi alias Tentrem (29) dan Samudi Blekok alias Black Sam (28). Mayat Budi yang dulu ditakuti dan dikenal lewat geng Mawar Ireng-nya ditemukan dalam parit di tepi jalan di daerah Bantul, Selatan Yogyakarta, tepat pada awal tahun 1985. Sedangkan mayat Black Sam diketemukan tergeletak di semak belukar di kawasan Kotagede yang tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Dari cara membuang mayatnya, jelas ada semacam pesan yang ditujukan kepada para bromocorah di Yogyakarta, agar segera menyerahkan diri atau menemui ajal seperti rekan-rekannya. Selama OPK paling tidak ada 60 bromocorah Yogyakarta yang menjadi korban Petrus. Sebagian besar tewas tertembak dan beberapa di antaranya terbunuh oleh senjata tajam. Sejumlah korban bahkan diumumkan oleh aparat keamanan tewas akibat keroyokan massa. Salah satu korban yang diklaim aparat keamanan tewas akibat keroyokan massa adalah bromocorah bernama Ismoyo.</p>
<div id="attachment_2775" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003.jpg"><img class="size-medium wp-image-2775" title="IMG_0003" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003.jpg?w=300&#038;h=172" alt="" width="300" height="172" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu modus untuk melumpuhkan penjahat yang dilaksanakan oleh tim OPK adalah menyuruh preman yang sudah ditangkap untuk lari dan kemudian baru ditembak. Preman yang lari kadang diteriaki sebagai maling sehingga menjadi sasaran amuk massa.</p></div>
<p>Selama hidupnya Ismoyo dikenal sebagai gali elite karena lulusan Fakultas Sosial Politik UGM dan berstatus PNS. Sebagai ketua kelompok preman yang sering memalak angkutan kota di daerah kekuasaannya, gali elite itu kemudian diambil oleh aparat keamanan untuk diinterogasi. Namun, menurut versi aparat, Ismoyo mencoba lari dan kemudian tewas dikeroyok massa. Modus menyuruh bromocorah lari lalu diteriaki maling atau kemudian malah dihujani tembakan merupakan cara standar bagi tim OPK untuk menuntaskan tugas membereskan buruannya. Cara lain untuk memberikan shock therapy kepada kaum bromocorah adalah dengan menembak korbannya puluhan kali. Cara ini diterapkan tim OPK saat menghabisi pentolan gali Yogyakarta, Slamet Gaplek. Berdasar informasi, Slamet konon kebal peluru. Slamet Gaplek sempat mencoba melarikan diri dengan cara mematahkan borgol namun akhirnya tersungkur setelah diterjang lebih dari 20 peluru di tubuhnya. Korban yang tewas dengan cara mengenaskan itu kemudian dibuang di tempat yang mudah ditemukan sehingga esoknya langsung menjadi berita besar di surat kabar sehinga efek <em><strong>shock therapy</strong></em>-nya bisa berpengaruh secara maksimal.</p>
<p><strong>OPK di Semarang</strong></p>
<p>Operasi Pemberantasan Kejahatan yang berlangsung di Semarang (1983) bisa menunjukkan bahwa para preman yang dahulu pernah diorganisir untuk kepentingan politik, seperti sebagai pendukung partai politik tertentu, ternyata tetap menjadi sasaran Petrus ketika dianggap sudah tak berguna. Sebagai salah satu contoh adalah tokoh preman bernama Bathi Mulyono. Di dunia hitam mantan preman yang pernah malang-melintang di Semarang ini sudah sangat terkenal sehinga saat keluar dari penjara, Bathi langsung menduduki jabatan ketua Yayasan Fajar Menyingsing. Organisasi massa itu menghimpun ribuan residivis dan pemuda yang berada di kawasan Jawa Tengah. Yayasan Fajar Menyingsing secara politik cukup berpengaruh dan di-beking oleh para petinggi Jawa Tengah waktu itu seperti Gubernur Supardjo Rustam, Ketua DPRD Jawa Tengah Widarto dan pengusaha Soetikno Widjoyo. Berkat restu para elite penguasa daerah itu Bathi bisa menjalankan bisnisnya secara lancar mulai dari jasa broker keamanan hingga menguasai lahan parkir di wilayah Jawa Tengah. Walau mantan bromocorah, Bathi bisa hidup makmur dan sehari-hari mengendarai mobil jeep Toyota Hardtop.</p>
<p>Hubungan yang dibangun antara elite dengan para preman pun bergerak&#8217;lebih jauh dan tidak hanya sekadar relasi bisnis belaka Para elite politik mulai menggunakan para preman yang sudah terbiasa berkecimpung di dunia kekerasan itu. Para preman dari Fajar Menyingsing pun mulai digunakan sebagai kelompokkelompok milisi yang diberdayakan pada saat musim kampanye pemilu tiba. Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai generator politik Orde Baru banyak menggunakan jasa para preman untuk menggalang massa dan mengamankan jalannya kampanye. Peran Bathi dan kawan-kawannya sebagai salah satu kelompok massa yang digunakan oleh Golkar adalah dalam kampanye Pemilu yang berlangsung pada tahun 1982. Tugas Bathi dan rekannya adalah memprovokasi massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sedang berkampanye di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, agar muncul kerusuhan. Insiden kekerasan pun pecah dan sejumlah korban jatuh. Beberapa orang yang dianggap sebagai perusuh ditangkap tapi Bathi dan sejumlah rekannya lolos. Insiden itu bahkan membuat Presiden Soeharto marah dan menyalahkan petinggi Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) waktu itu, All Moertopo.</p>
<div id="attachment_2776" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/eeeeee.jpg"><img class="size-medium wp-image-2776" title="eeeeee" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/eeeeee.jpg?w=300&#038;h=222" alt="" width="300" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">Modus untuk melumpuhkan tokoh gali kadang kerap dilaksanakan ditempat seperti eksekusi saat si &quot;gali&quot; sedang nongkrong di warung. Eksekusi semacam itu hanya bisa dilakukan oleh penembak terlatih dan berpengalaman.</p></div>
<p>Berkat perlindungan para elite politik Bathi merasa aman, bahkan ketika OPK mulai berlangsung di kota Semarang. Namun rasa aman Bathi mulai memudar ketika OPK yang digelar di Semarang ternyata menyasar pada rekan-rekan dekatnya sebagai pengurus Yayasan Fajar Menyingsing. Rekan-rekan Bathi yang kemudian hilang secara misterius dan diyakini sebagai korban Petrus antara lain Edy Menpor dan Agus TGW. Rasa aman Bathi benar-benar buyar pada suatu malam di bulan Juli 1983, ketika sedang mengemudikan mobilnya melintas di Jalan Kawi, Semarang, tiba-tiba dua motor menyalip sambil melepaskan tembakan. Dua peluru yang berhasil menembus mobil ternyata tak mengenai tubuh Bathi. Sadar bahwa dirinya telah menjadi target OPK, Bathi segera tancap gas melarikan diri dan kemudian bersembunyi di Gunung Lawu. Bathi baru berani turun gunung setelah OPK mereda. Bathi menjadi salah satu target OPK yang masih hidup hingga kini.</p>
<p>Selama dalam pelariannya Bathi bahkan mengalami kejadian konyol yang berkaitan erat dengan OPK. Suatu kali Bathi menyetop kendaraan pick up terbuka dan kemudian duduk di antara sejumlah karung yang tergeletak di lantai bak mobil. Sejumlah orang tampak duduk di belakang dan dalam kondisi diam. Secara tak sengaja Bathi sempat menduduki salah satu karung dan kemudian kaget setengah mati karena mendengar suara mengaduh dari dalam karung itu. Bathi mulai berpikir tentang suara mengaduh dari dalam karung dan yakin bahwa mobil pick up sedang membawa korban yang menjadi target OPK. Bathi merasa mujur karena orangorang yang berada di dalam pick up tak mengenali dirinya. Sebelum jati dirinya terungkap, Bathi minta turun dan kemudian menghilang ke dalam hutan sambil sesekali melihat pergerakan mobil pick up tersebut. Tak lama kemudian Bathi mendengar serentetan ternbakan dan yakin para eksekutor tengah menghabisi korbannya.</p>
<p><strong>Jakarta dan kola lainnya</strong></p>
<p>Korban OPK di kota Jakarta tak kalah banyak karena mayatmayat korban pembunuhan yang ditemukan di berbagai tempat terus saja menjadi berita suratsurat kabar dan buah bibir warga Ibukota. Mayat yang tewas dalam kondisi kepala atau dada ditembus peluru itu memiliki tanda khusus berupa sejumlah tato di tubuhnya. Ciri khas mayat yang ditemukan di Jakarta adalah mengambang di dalam karung yang hanyut di sungai dan saat dibuka korbannya pasti terikat tangannya serta memiliki tato di tubuhnya. Penemuan mayatmayat korban OPK juga terjadi di kota-kota besar lainnya dan fakta ini menunjukkan bahwa OPK memang dilancarkan secara nasional. Dilihat dari para korban OPK yang ata, bisa dikatakan Operasi Celurit untuk menumpas angka kejahatan cukup berhasil.</p>
<p>Dari segi jumlah, Operasi Celurit yang notabene merupakan aksi Petrus itu, pada tahun 1983 berhasil menumbangkan 532 orang yang dituduh sebagai pelaku kriminal. Dari semua korban yang terbunuh, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 korban OPK yang tewas sebanyak 107 orang, tapi hanya 15 orang yang tewas oleh tembakan. Sementara tahun 1985, tercatat 74 korban OPK tewas dan 28 di antaranya tewas karena tembakan. Secara umum para korban Petrus saat ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat. Kebanyakan korban dimasukkan ke dalam karung dan ditinggal di tepi jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, hut, hutan, dan kebun. Yang pasti pelaku Petrus terkesan tidak mau bersusah-susah membuang korbannya karena bila mudah ditemukan efek shock therapy yang disampaikan akan lebih efektif. Sedangkan pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal atau dijemput aparat keamanan. Akibat berita yang demikian gencar mengenai OPK yang berhasil membereskan ratusan penjahat, para petinggi negara pun akhirnya berkomentar.</p>
<p>Kendati sejumlah petingi negara telah melontarkan pendapatnya, toh Petrus yang beraksi secara rahasia itu tetap tidak tersibak misterinya.<br />
Ketika pada 3 Mei 1983 di Jalan Sunan Kalijaga, Kebayoran Baru, Jakarta, terdengar letusan pistol pertama disusul tumbangnya dua penjahat Sulisno (23) dan Baginda Siregar (26) lalu disusul tewasnya Solichin di daerah Ciputat akibat tembakan orang tak dikenal, berita yang esoknya terpapar di surat kabar belum begitu mengejutkan massa. Tapi ketika berita serupa hampir tiap hari muncul di seantero Jakarta dan massa mulai membicarakan masalah penembakan misterius, Benny Moerdani sebagai Panglima Kopkamtib seusai menghadap Presiden Soeharto lalu memberi pernyataan kepada pers bahwa penembakan gelap yang terjadi mungkin timbul akibat perkelahiaan antar geng bandit. &#8220;Seiauh ini belum pernah ada perintah tembak di tempat bagi peniahat yang ditangkap&#8221; komentar Benny. Dan tak ada seorang pun wartawan yang saat itu berani melaniutkan pertanyaan kepada jenderal yang dikenal sangat tegas dan garang itu.</p>
<p>Kepala Bakin saat itu, Yoga Soegama juga memberikan pernyataan yang bernada enteng bahwa masyarakat tak perlu mempersoalkan para penjahat yang mati secara misterius. Tapi pernyataan yang dilontarkan man-tan Wapres H. Adam Malik justru bertolak belakang sehingga membuat kasus penembakan misterius tetap merupakan peristiwa serius dan harus diperhatikan oleh pemerintah RI yang selalu menjunjung tinggi hukum. &#8220;Jangan mentangmentang penjahat dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Jadi syarat sebagai negara hukum sudah terpenuhi,&#8221; kecam Adam Malik sambil menekankan, &#8220;Setiap usaha yang bertentangan dengan hukum akan membawa negara ini pada kehancuran.&#8221;</p>
<p>Tindakan tegas OPK pada akhirnya memang menyulut pro dan kontra. Pendapat yang pro, OPK pantas diterapkan kepada target yang memang jelas-jelas penjahat. Sebaliknya pendapat yang kontra menyatakan keberatannya jika sasaran OPK hanya penjahatkelas ten atau mereka yang hanya memiliki tato tapi bukan penjahat beneran. Pendapat atau komentar yang cukup kontroversial adalah yang dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Hans van den Broek, yang secara kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta pada awal Januari tahun 1984. Setelah bertemu dengan Menlu Mochtar Kusumaatmadja, Broek secara mengejutkan berharap bahwa pembunuhan yang telah mejnakan korban jiwa sebanyak 3.000 orang itu pada waktu mendatang diakhiri dan Indonesia juga diharapkan dapat melaksanakan konstitusi dengan tertib hukum. Menlu Mochtar sendiri menjawab bahwa peristiwa pembunuhan misterius itu terjadi akibat meningkatnya angka kejahatan yang mendekati tingkat terorisme sehingga masyarakat merasa tidak aman dan main hakim sendiri.</p>
<p>Atas pernyataan Menlu Belanda itu, Benny yang merasa kebakaran jenggot sekali lagi harus tampil untuk meluruskan tuduhan tadi. Ia kembali menegaskan bahwa pembunuhan yang terjadi karena perkelahian antar geng. &#8220;Ada orang-orang yang mati dengan luka peluru, tetapi itu akibat melawan petugas. Yang berbuat itu bukan pemerintah. Pembunuhan itu bukan kebijaksanaan pemerintah,&#8221; tegasnya. Namun persoalan penembakan itu akhirnya tidak lagi misterius meskipun para pelakunya hingga saat ini tetap misterius dan tidak terungkap. Beberapa tahun kemudian Presiden Soeharto justru memberikan uraian tentang latar belakang permasalahannya.</p>
<p>Tindakan keamanan tersebut memang terpaksa dilakukan sesudah aksi kejahatan yang terjadi di kota-kota besar Indonesia semakin brutal dan makin meluas. Seperti tertulis dalam bukunya Benny Moerdani hal 512-513 Pak Harto berujar : &#8220;Dengan sendirinya kita harus mengadakan treatment therapy, tindakan yang tegas. Tindakan tegas bagaimana? Ya harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor-dor! Begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya mau tidak mau harus ditembak. Karena melawan, maka mereka ditembak. Lalu ada yang mayatnya ditinggalkan begitu saja. Itu untuk shock therapy, terapi goncangan. Supaya orang banyak mengerti bahwa terhadap perbuatan jahat masih ada yang bisa bertindak dan mengatasinya. Tindakan itu dilakukan supaya bisa menumpas semua kejahatan yang sudah melampui batas perikemanusiaan. Maka kemudian redalah kejahatan-kejahatan yang menjijikkan itu&#8221;. (win)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2769&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2011/12/25/mengungkap-misteri-petrus-penembak-misterius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/aa2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/eeeeee.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">eeeeee</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salameh Tewas</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2011/12/25/salameh-tewas/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2011/12/25/salameh-tewas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 03:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[8 Operasi Terselubung Paling Menggegerkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.wordpress.com/?p=2751</guid>
		<description><![CDATA[Enam tahun setelah kegagalan operasi Mossad di Norwegia, Salameh yang terus diburu-buru dan memiliki nama lain Abu Hassan, sudah menjadi tokoh besar di kalangan PLO dan Black September. Ketika Mossad salah menembak korbannya di Norwegia, sesungguhnya Salameh memang berada di negara itu. Tapi dirinya ternyata luput dari incaran Mossad dan setelah peristiwa itu dia makin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2751&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2754" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/alihassansalameh.jpg"><img class="size-full wp-image-2754" title="Alihassansalameh" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/alihassansalameh.jpg?w=450" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Salameh</p></div>
<p>Enam tahun setelah kegagalan operasi Mossad di Norwegia, Salameh yang terus diburu-buru dan memiliki nama lain Abu Hassan, sudah menjadi tokoh besar di kalangan PLO dan Black September. Ketika Mossad salah menembak korbannya di Norwegia, sesungguhnya Salameh memang berada di negara itu. Tapi dirinya ternyata luput dari incaran Mossad dan setelah peristiwa itu dia makin piawai. Salameh juga dikenal sebagai ahli menyamar dan berkali-kali lolos dari buruan Mossad. Keahlian menyamar itu rupanya diperoleh dari rekannya yang menjadi tokoh teroris dunia yang jago menyamar dan meloloskan diri, <strong><em>Carlos The Jackal</em></strong>. <span id="more-2751"></span>Tapi Salameh mulai menunjukkan kelemahannya saat bermukim kembali ke Beirut dan menikah lagi dengan gadis Lebanon, <strong>Georgina Rizak</strong>, yang pernah menjadi Ratu Kecantikan Sejagat tahun 1971. Kepopuleran Georgina Rizak-bah yang membuat Mosaad berhasil mencium keberadaan Salameh dan kemudian merancang operasi pembunuhan.</p>
<p>Untuk memasuki Beirut agen Mossad yang terdiri dari tim pria dan wanita tidak mengalami banyak kesulitan. Bahkan untuk mendeteksi kediaman Salameh yang berada di suatu apartemen dan kebiasaannya wira-wiri ke istri barunya juga makin mempermudah. Sialnya Salameh dan pengawalnya yang selama ini selalu waspada dan curiga tidak menyadari bahwa seorang agen wanita Mossad, <em><strong>Erika Mary Chambers</strong></em>, yang tinggal di seberang apartemen Salameh terus mengawasinya. Erika yang dikenal sebagai wanita genii dan penggemar kucing serta suka melukis memang sama sekali tidak mencerminkan sosok agen Mossad. Setelah Erika berhasil memastikan apa saja rutinitas dan rute yang selalu dilewati Salameh, ia segera memanggil tim pembunuh Mossad untuk segera datang ke Beirut.</p>
<p>Dua personel Mossad yang bertugas sebagai regu pembunuh pun segera terbang ke Beirut. Agen Mossad yang pertama tiba di Beirut pada bulan Januari 1978 adalah Peter Sriver. Ketika tiba di Beirut, Peter yang berpaspor Inggris mengaku sebagai konsultan teknik dan usahawan Inggris. Peter kemudian menginap di salah satu hotel dan menyewa Volkswagen yang nantinya akan difungsikan sebagai bom mobil. Sehari kemudian agen Mossad yang kedua, <em>Ronald Kolberg</em>, menyusul tiba di Beirut dan menggunakan paspor Kanada. la menginap di hotel yang tidak jauh dari tempat menginap Peter. Tujuan menginap di hotel terpisah itu adalah untuk menghilangkan kecurigaan bahwa mereka saling kenal. Setelah mengisi Volkswagen dengan peledak dan meninggalkan kunci untuk Kolberg, Sriver segera terbang ke Lebanon menggunakan paspor bukan Inggris. Kolberg yang sudah menyewa mobil pun meluncur ke hotel tempat menginap Sriver lalu mengambil kunci Volkswagen dan mengendarainya di jalan yang biasa dilalui Salameh. Kolberg lalu memarkir Volkswagen yang dipenuhi bom di dekat apartemen Salameh. Tanga mengundang banyak perhatian, Kolberg menghilang naik taksi.</p>
<p>Tepat pada tanggal 22 Januari pukul 15.35 petang, Salameh yang mengendarai Chevrolet bersama empat pengawalnya melintas tepat di samping Volkswagen. Bom yang dipicu melalui gebombang radio pun meledak menghancurkan mobil Chevrolet bersama isinya. Tak hanya Salameh dan empat pengawalnya yang tewas empat orang lain yang sedang melintas juga turut tewas. Mossad dan rakyat Israel pun merasa puas dengan tewasnya Salameh karena dendamnya terbalas. Tapi tewasnya Salameh ternyata tidak mampu menghentikan aksi teror terhadap Israel. Gerakan teror Black September bahkan menjadi momentum internasional bagi terorisme global untuk melancarkan serangan ke seluruh dunia. Aksi Terorisme di AS pada 9 September 2002 yang menghancurkan dua gedung kembar WTC di New York bahkan memanfaatkan bulan September sebagai ikon aksi pembalasan. (win)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2751/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2751&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2011/12/25/salameh-tewas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/alihassansalameh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Alihassansalameh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memburu Pelaku &#8220;Black September&#8221;</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2011/12/25/memburu-pelaku-black-september/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2011/12/25/memburu-pelaku-black-september/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 02:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[8 Operasi Terselubung Paling Menggegerkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2728</guid>
		<description><![CDATA[Ketika para pejuang Palestina makin kesulitan untuk melaksanakan serangan teror terhadap pesawat-pesawat komersial Israel karena penjagaan demikian ketat, mereka mulai menyasar ke target di luar Israel. Salah satu kelompok teroris Palestina yang paling gencar menyerang sasaran Israel adalah Black September. Organisasi teroris yang dikeluarkan dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akibat tindakannya yang terlalu berani dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2728&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2734" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003a.jpg"><img class="size-medium wp-image-2734" title="IMG_0003a" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003a.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a><p class="wp-caption-text">Profil pesawat AS Boeing 707 TWA yang dibajak oleh anggota Black September. Pesawat komersial yang bisa mengangkut penumpang lebih dari 100 orang itu dibajak bersama dua pesawat lainnya. Peristiwa pembajakan pesawat lebih dari satu unit dalam satu hari itu kemudian terulang lagi pada peristiwa 9-11-2002 yang berlangsung di New York AS.</p></div>
<p>Ketika para pejuang Palestina makin kesulitan untuk melaksanakan serangan teror terhadap pesawat-pesawat komersial Israel karena penjagaan demikian ketat, mereka mulai menyasar ke target di luar Israel. Salah satu kelompok teroris Palestina yang paling gencar menyerang sasaran Israel adalah Black September. Organisasi teroris yang dikeluarkan dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akibat tindakannya yang terlalu berani dan kejam.<span id="more-2728"></span> Akibatnya malah merugikan rakyat Palestina yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya. Tapi meskipun telah didiskualifikasi dari PLO, Black September ternyata tetap melancarkannya aksinya.</p>
<div id="attachment_2736" class="wp-caption alignleft" style="width: 119px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/gabung.jpg"><img class="size-medium wp-image-2736" title="gabung" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/gabung.jpg?w=109&#038;h=300" alt="" width="109" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Profil teroris Jerman Ulrike Meinhof dan Andreas Baader.</p></div>
<p>Tindakan yang membuat rakyat Palestina dan dunia Arab berang adalah ketika Front Rakyat Untuk Pembebasan Palestina (PFLP) melancarkan pembajakan pesawat secara besarbesaran pada bulan September 1970. PFLP yang dipimpin oleh George Habash pada 10 September berhasil membajak tiga pesawat sekaligus yang sedang terbang di sebelah utara Aman, ibukota Yordania. Uniknya pesawat komersial yang dibajak bukan pesawat Israel melainkan pesawat Boeing B747 Pan American penerbanganan 93 (Brusel-New York), Boeing B707 TWA penerbangan 741 (Frankfurt-New York), dan DC-8 Swissair penerbangan100 (Zurich-New York). Ketiga pesawat nahas dengan total penumpang 400 orang itu kemudian dipaksa mendarat di Zarka, Yordania, dan langsung ditawan oleh puluhan teroris bersenjata lengkap. Kendati tidak ada penumpang bangsa Israel di tiga pesawat itu, teroris PFLP meminta agar semua rekan-rekannya yang sedang ditahan di penjara Israel dibebaskan.</p>
<p>Akibat ulah pembajakan oleh PFLP yang merupakan aksi terbesar dan menggemparkan dunia, bukan hanya Israel yang dibuat berang tapi rakyat dunia. Sebanyak 400 orang dari berbagai warga negara di tiga pesawat diancam akan diledakkan jika permintaan mereka tidak dituruti. Aksi ini jelas merupakan tindakan brutal yang tak bisa diterima aka&#8217; sehat. Selain bermaksud membebaskan kawan-kawannya para pembajak, mereka juga berniat untuk memanfaatkan AS, Inggis, dan Swiss sebagai negara yang secara politik bisa menekan Israel. Militer Israel sebenarnya sudah tidak sabar lagi untuk melancarkan serangan komando guna membebaskan para sandera. Tapi Menhan Israel, Moshe Dayan ternyata memiliki keputusan untuk menempuh jalan non militer yang diyakini merupakan cara lebih aman.</p>
<p>Cara yang ditempuh militer Israel adalah menahan sekitar 450 orang Palestina yang memiliki hubungan kerabat dengan teroris PFLP. Operasi penahanan yang berlangsung semalam itu ditujukan untuk mengancam balik para pembajak. Jika mereka melukai para sandera, sanak saudara para teroris yang saat itu berada di tahanan Israel akan terancam.</p>
<div id="attachment_2737" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/boeing-747-6.jpg"><img class="size-medium wp-image-2737" title="boeing-747-6" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/boeing-747-6.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a><p class="wp-caption-text">Jenis pesawat Boeing TWA yang dibajak pejuang Palestina dan suasana Bandara i tengah padang pasir Zarka, Yordania tempat 400 penumpang disandera. Profil pesawat Pan Am yang dibajak dan kemudian dibakar sehingga memicu kemarahan raja Yordania.</p></div>
<p>Pembajak akhirnya membebaskan semua penumpang tapi sebelum mereka pergi, tiga pesawat yang dibajak langsung dibakar. Aksi pembakaran pesawat itu jelas membuat penguasa Yordania, Raja Hussein murka karena gerilyawan PFLP telah melakukan tindakan seenaknya sendiri di negeri orang. Raja Hussein yang merasa dilecehkan lalu memerintahkan pasukannya, Legiun Arab, untuk membunuh dan mengusir dengan kejam orang-orang Palestina yang berada di perkampungan Yordania.</p>
<p>Tindakan kejam Legiun Arab terhadap orang-orang Palestina yang berlangsung pada 15 September ternyata memunculkan dendam baru. Sejumlah orang Palestina yang berhasil melarikan diri ke Suriah, Lebanon, bahkan Israel akhirnya berhasil membentuk kelompok gerilyawan barn bernama Black September. Sebagai organisasi teroris yang kemudian berhasil membangun jaringan secara internasional Black September pun terus menggalang kemampuan untuk menyerang musuh bebuyutannya, Israel.</p>
<p><strong>Munich Massacre</strong></p>
<p>Hanya dua tahun setelah berdiri, Black September kembali melancarkan serangan spektakuler dengan sasaran orang-orang Israel. Pada 5 September 1972 tujuh anggota Black September meloncati pagar keamanan di perkampungan atlet Olimpiade di Munich, Jerman. Ketujuh penyerang itu mempersenjatai diri dengan senapan serbu AKM, pistol Tokarev, dan sejumlah granat. Dengan gerakan terlatih mereka segera bergerak menuju gang bernama Konnollystrasse 31 tempat menginap atlet Olimpiade Israel. Setelah menguasai gedung mereka segera menyergap para atlet Israel. Setelah melalui perlawanan singkat yang berakibat terbunuhnya dua atlet Israel, sebelas atlet Israel berhasil disandera dan beberapa di antaranya berhasil melarikan diri. Black September segera mengumumkan tuntutannya kepada Israel yang sebenarnya cukup klasik.</p>
<div id="attachment_2738" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0007.jpg"><img class="size-medium wp-image-2738" title="IMG_0007" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0007.jpg?w=300&#038;h=247" alt="" width="300" height="247" /></a><p class="wp-caption-text">Gedung tempat penginapan para atlet Israel saat Olimpiade Munich digelar. Wisma yang berlokasi di Konnollystrasse 31 itu menjadi sasaran teror anggota Black September sehingga memakan banyak korban dan dikenal sebagai peristiwa Munich Masacre.</p></div>
<p>Mereka meminta agar Israel membebaskan 234 personel Black September yang ditahan. Tak hanya menuntut Israel, Black September juga meminta kepada pemerintah Jerman agar segera membebaskan dua rekan teroris internasionalnya, Ulrike Meinhof dan Andreas Baader dibebaskan dari penjara Jerman. Mereka juga meminta pesawat yang akan digunakan untuk kabur dari Jerman.</p>
<p>Berita penyanderaan di Munich itu segera mengguncang Israel karena Mossad sudah menduga serangan terhadap kontingen Israel sangat mungkin terjadi. Semula Mossad bahkan sudah menyiapkan pengawalan khusus sekaligus mempersenjatai para atlet Israel. Tapi karena pemerintah Jerman menjamin keamanan semua atlet, meskipun sangat kesal, Mossad membatalkan rencananya. Kini Israel merasa kesulitan karena aparat keamanan Jerman yang dianggap kurang pengalaman berniat membebaskan sandera melalui tindakan militer.</p>
<p>Setelah melalui perundingan yang melelahkan dan tak kunjung mencapai hasil pemerintah Jerman akhirnya sepakat untuk mengeluarkan anggota Black September dan tawanannya keluar Jerman. Para penyandera dan tawanannya kemudian dibawa menuju pangkalan udara militer di Munich menggunakan dua helikopter. Setibanya di pangkalan udara Munich sudah menunggu sebuah pesawat Lufthansa yang tampaknya dipersiapkan untuk mengangkut anggota Black September dan tawanannya keluar daft Jerman.</p>
<p><strong>Operasi yang gagal</strong></p>
<p>Pesawat Lufthansa yang menunggu sesungguhnya berisi para aparat keamanan Jerman yang siap melumpuhkan para penyandera sekaligus membebaskan sandera. Sementara itu di sudut-sudut pangkalan udara juga telah bersiaga para penembak jitu yang siap merobohkan para teroris. Ketika helikopter mendarat di pangkalan, empat anggota Black September segera keluar dan menuju ke Lufthansa. Sebagai kelompok teroris yang berpengalaman mereka ingin mengecek dahulu kondisi pesawat dan siapa saja yang berada di dalamnya. Sementara anggota Black September dan para tawanan lainnya tetap bersiaga di dalam helikopter dengan kondisi mesin masih menyala.</p>
<div id="attachment_2744" class="wp-caption alignleft" style="width: 176px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_00081.jpg"><img class="size-medium wp-image-2744" title="IMG_0008" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_00081.jpg?w=166&#038;h=300" alt="" width="166" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Surat kabar dunia seperti The Sun dan The New York Time memasang berita penyanderaan Munich di halaman utama.</p></div>
<p>Bergeraknya empat anggota Black September menuju Lufthansa sama sekali tak diduga. Aparat kepolisian dan militer Jerman yang kebetulan masih belum pengalaman dalam operasi pelumpuhan teroris menjadi panik dan kurang koordinasi. Penembak jitu yang berada di pinggir pangkalan dan atap bangunan segera melepaskan tembakan tapi karena kurang latihan. tembakan yang dilepaskan meleset. Akibatnnya empat temris yang berada di luar sempat memberikan tembakan balasan sehingga menimbulkan korban jiwa. Keempat teroris Black September itu akhirnya tumbang setelah ditembaki dari berbagai arah.</p>
<p>Sementara itu ketika empat rekannya yang berada di luar ditembaki anggota Black September yang berada di dalam helikopter ternyata tidak panik. Mereka segera berloncatan keluar dan selanjutnya menghancurkan dua helikopter yang berisi para sandera menggunakan granat dan berondongan senapan serbu. Helikopter segera meledak dan menewaskan semua tawanan Israel. Operasi penyelamatan sandera yang dilancarkan aparat keamanan Jerman akhirnya gagal total. Selain semua sandera dan empat anggota Black September tewas, polisi Jerman juga kehilangan salah satu anggotanya. Namun, pihak yang paling terpukul dan malu atas semua kejadian pembantaian itu adalah kepala Mossad, Zwi Zamir. Apalagi saat operasi penyelamatan sandera berlangsung tak ada satu agen Mossad pun yang terlibat. Ketika Zwi Zamir tiba di lokasi bahkan sudah terlambat dan hanya bisa menyaksikan pertempuran sengit yang berakibat pada tewasnya semua atlet sandera Israel.</p>
<p><strong>Balas dendam</strong></p>
<p>Peristiwa pembantaian Munich segera membuat seluruh warga Israel marah besar dan Mossad pun tak mau menanggung malu terlalu lama. Zwi Zamir dan Jenderal Aharon Yariv yang diangkat oleh PM Israel, Golda Meir, sebagai penasihat khusus untuk menangani teroris segera merancang serangan balasan. Operasi balas dendam itu sendiri di kalangan Israel sudah sangat dikenal sebagai Operasi Penuntut Darah. Untuk menghantam langsung para pentolan teroris Palestina, baik Zamir dan Jenderal Yariv tidak lagi menggunakan cara konvensional dengan membombardir perkampungan orang-orang Palestina. Tetapi mereka sepakat untuk melaksanakan serangan balasan dengan target para pimpinan teroris, khususnya para pemegang komandonya. Untuk menghabisi targetnya Mossad telah memegang nama-nama tertentu karena pada dasarnya tokoh-tokoh Black September adalah pemain lama.</p>
<p>Regu-regu pembunuh untuk mencari anggota Black September yang berada di Eropa dan Timur Tengah segera disebar oleh Mossad. Regu pembunuh ini sebenarnya bukan terdiri dari orang-orang kejam melainkan orang-orang terlatih yang biasa melaksanakan penghilangan nyawa secara cerdik. Setelah mempelajari secara cermat siapa raja teroris Palestina yang akan dihabisi, Mossad lalu menyodorkan nama-nama yang dipastikan sebagai pentolan Black September. Nama-nama itu antara lain, Mohammad Yusuf El-Najjar, kepala seluruh gerakan Black September, wakilnya Kemal Adwan, dan Ali Hasan Salameh kepala seluruh operasi Black September, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Tapi karena untuk menghabisi para pentolan Black September itu merupakan operasi yang sulit dan perlu waktu, Mossad lalu mengubah taktiknya. Untuk menghantam Black September, Mossad memprioritaskan sasaran yang paling mudah dan bisa memicu efek jera yaitu dengan menyerang markas Black September yang berada di Beirut.</p>
<div id="attachment_2746" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/a.jpg"><img class="size-medium wp-image-2746" title="a" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/a.jpg?w=300&#038;h=255" alt="" width="300" height="255" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang aparat keamanan Jerman tampak bersiaga dengan senjatanya dalam upaya melaksanakan pembebasan sandera secara militer. Profil salah satu anggota Black September ketika muncul untuk melakukan perundingan. Upaya pembebasan sandera yang kemudian menimbulkan aksi tembak menembak sengit itu gagal dan menewaskan seluruh atlet Israel yang disandera.</p></div>
<p>Langkah awal Mossad yakni dengan mengirimkan enam personelnya, lima pria dan satu wanita, masuk Beirut menggunakan paspor palsu. Agar tidak mengundang kecurigaan dan karena merupakan operasi rahasia, keenam agen Mossad itu masuk ke Beirut menggunakan pesawat dan berangkat dari tempat yang berbeda. Ketiba sudah tiba di Beirut keenam agen Mossad itu menginap di hotel yang berbeda-beda dan menyamar sebagai pengusaha, konsultan manajemen, turis dan lainnya Namun, dari markas besar Mossad, keenam agen yang telah menyusup ke Beirut itu diinstruksikan sebagai pelancong biasa dan bertugas menghapal semua jalan, pantai Beirut, dan sejumlah nama sopir taksi.</p>
<p>Setelah tugas menghafal jalan dan pantai yang nantinya akan dipakai sebagai tempat pendaratan pasukan komando dan aksi serbuannya, termasuk jalur melarikan diri, keenam agen Mossad juga bertugas memata-matai markas besar PLO, serta apartemen yang digunakan sebagai markas dan gudang senjata oleh Black September. Agar acara kumpul-kumpul para agen Mossad tidak menarik perhatian, mereka menggunakan pantai Beirut sebagai tempat memancing dan berlagak sedang pacaran. Setelah lokasi pendaratan pasukan komando di pantai Beirut dan tempat tinggal para pentolan Black September ditemukan, keenam agen Mossad kemudian mengontak markas besar agar segera dilaksanakan serbuan komando. Untuk melancarkan operasi serbuan komando para agen Mossad juga menyiapkan empat mobil sewaan untuk mengangkut pasukan, menyewa empat rumah untuk menampung pasukan komando yang diperkirakan akan tertinggal, dan logistik lainnya. Untuk mengangkut pasukan setelah usai melakukan serbuan komando disiapkan pula kapal transpor yang disamarkan di lepas pantai Beirut.</p>
<p>Operasi serbuan komando dilancarkan oleh pasukan khusus Israel pada 9 April 1973 pukul 01.30 pagi. Sekitar 30 personel pasukan komando secara diamdiam diturunkan dari helikopter Zodiac di tepi pantai Ramletel Beida, Beirut, sesuai petunjuk yang diberikan oleh agen Mossad. Setelah meloncat ke air laut yang dingin ketiga puluh pasukan komando yang dilengkapi ransel kedap air berisi pakaian dan senjata, bahan peledak, alat pemancar radio dan peralatan lain yang biasa digunakan perampok profesional itu, segera berenang menuju daratan berdasar panduan kilatan lampu mobil. Panduan berupa cahaya lampu mobil itu dioperasikan sepasang agen Mossad yang berpura-pura sedang pacaran. Pasukan komando sesuai instruksi bergerak menuju pantai dalam bentuk regu yang kemudian disambut oleh mobil pengangkut. Tiga menit kemudian mobil kedua tiba dan regu pasukan komando berikutnya segera masuk. Cara mengangkut pasukan komando dalam interval tiga menit sengaja dilakukan agar tidak mengundang kecurigaan Lima belas menit kemudian semua pasukan komando sudah berada dalam mobil transpor sewaan dan bergerak menuju pinggiran kota. Mereka menuju sebuah tempat yang selama ini dipastikan sejumlah anggota Black September tinggal di situ.</p>
<p><strong>Kecoh polisi Lebanon</strong></p>
<p>Berdasar info intelijen yang diberikan Mossad, begitu turun dari mobil transpor pasukan komando Israel segera membentuk formasi serbuan. Sasaran pertama adalah gedung berlantai tujuh tempat tinggal para pentolan anggota PFLP dan sasaran kedua berupa bangunan berlantai empat tempat kediaman pentolan penting Black September seperti Mohammed Yussuf El Najjar, Kamal Nasser, dan Kemal Adwan. Gerakan pasukan komando yang sangat terlatih dan agresif bukan merupakan tandingan para penjaga pintu gerbang yang sedang duduk terkantuk-kantuk. Sebelum mereka bisa mengaktifkan senjata, peluru senapan mesin pasukan komando Israel telah menuntaskan hidup mereka. Sambil melompati mayat para penjaga, pasukan komando.segera menuju sasaran tempat anggota Black September tinggal. Sedangkan sejumlah pasukan komando lainnya mengambil posisi bersiaga di serambi dan siap menyambut serangan lawan yang datang dari luar.</p>
<p><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/370px-munichblackseptember.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2731" title="370px-MunichBlackSeptember" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/370px-munichblackseptember.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a>Ketiga pentolan Black September ternyata berada di kamarnya masing-masing. Kamal Nasser yang tinggal di lantai tiga sedang asyik makan saat berondongan peluru senapan serbu menembusi pintu dan kemudian menghajar badannya. Pria lulusan Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Beirut yang kerap menjadi juru bicara PLO itu pun roboh bersimbah darah. Sasaran berikutnya adalah Kemal Adwan. Saat diserang, ia sedang duduk menghadap meja tulis. Tokoh PLO ini selalu siaga dan senantiasa ditemani sepucuk senapan serbu AK-47 di sampingnya hingga mudah dijangkau. Ketika pasukan komando Israel menyerbu sambil mendobrak pintu, Adwan sempat meraih senjata dan siap menembak. Tapi peluru-peluru yang ditembakkan pasukan komando terlebih dahulu menghantam tubuhnya. Pria yang merupakan kepala operasi sabotase di wilayah-wilayah yang masih diduduki oleh pasukan Israel itu pun tewas.</p>
<p><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/artworks-000007198322-wkycet-crop.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2765" title="artworks-000007198322-wkycet-crop" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/artworks-000007198322-wkycet-crop.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a>Sasaran ketiga adalah Yusuf El Najjar yang juga dikenal sebagai Abu Yusuf dan merupakan ketua Black September dalam organisasi Al Fatah sekaligus merupakan tokoh nomor tiga di PLO. Karena tinggal bersama keluarganya, pasukan komando terlebih dahulu menembak kunci pintu apartemen dan membidik Najjar yang masih berdiri terpaku. Ketika terjangan peluru senapan mesin dan pistol menghantam tubuhnya, ia langsung roboh tewas. Istrinya yang ada di ruangan sebenarnya bermaksud menghadang tapi tak ada kompromi bagi pasukan komando yang didoktrin menghabisi sasaran bukannya untuk mengasihani. Istri Najjar pun tewas dan roboh di atas tubuh suaminya. Tapi tembakan gencar yang meletus di dalam gedung segera mengundang perhatian tentara PLO yang berada di jalanan. Mereka bergerak menuju gedung sambil melepaskan tembakan serampangan.</p>
<div id="attachment_2763" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/1a1a1a12aa4051.jpg"><img class="size-medium wp-image-2763" title="Olympia 1972 ausgebrannter Hubschrauber" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/1a1a1a12aa4051.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Helicopter yang diledakan oleh para terorist Black September</p></div>
<p>Gerakan pasukan PLO menuju gedung terhenti ketika pasukan komando Israel yang berada di serambi dan dalam posisi terlindung melancarkan tembakan terarah. Sewaktu tembak-menembak sengit sedang berlangsung, agen Mossad segera menelepon kepala polisi Lebanon dan memberi tahu orangorang Palestina sedang saling tembak. Sadar bahwa untuk melerai tembak-menembak itu merupakan tindakan sia-sia, kepala polisi Lebanon langsung menarik anak buahnya untuk tidak turun ke jalan. Dalam kondisi seperti itu pasukan komando Israel pun makin leluasa bergerak. Sejumlah pasukan komando segera memasang peledak di dalam gedung sementara agen Mossad yang terlibat dalam serbuan sibuk mengangkut dokumen yang berada di kamar tiga anggota Black September yang sudah tewas tergeletak.</p>
<p>Sementara itu di gedung lainnya pasukan komando yang menyerbu untuk membunuh siapa saja anggota PLO yang ditemui terlibat pertempuran sengit. Mungkin karena kurang pengalaman tempur di dalam gedung, pasukan PLO yang berada di lantai atas turun ke bawah untuk membantu teman-temannya menggunakan lift. Tapi begitu pintu lift terbuka mereka langsung disergap pasukan komando tanpa bisa memberikan balasan. Dengan cepat dan diam mayat-mayat disingkirkan dari lift disusul masuknya pasukan komando dalam posisi siap menembak. Begitu lift sampai di atas dan terbuka, pasukan PLO yang sedang menunggu belum sempat menyadari kekeliruannya ketika peluru senapan mesin pasukan komando menghujani tubuh mereka.</p>
<div id="attachment_2764" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/1a1a1a12aa421.jpg"><img class="size-medium wp-image-2764" title="1a1a1a12aa421" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/1a1a1a12aa421.jpg?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Bis yang mengangkut sandera atlet Israel ke Bandara</p></div>
<p>Setelah operasi pembersihan dan pemasangan bahan peledak di semua gedung selesai, pasukan komando terus bergerak untuk menghancurkan gudang logistik Black September. Bona yang dipasang pun meledak merobohkan gedung dan menimbulkan kepanikan yang belum ketahuan ujung pangkalnya. Untuk menghancurkan gudang logistik, pasukan komando sempat menghadapi perlawanan tapi karena personel penjaga logistik hanya sedikit mereka segera bisa dilumpuhkan. Meledaknya gedung PLO dan gudang senjata Black September jelas mengundang tanda tanya bagi polisi Lebanon. Tapi ketika kepala polisi Lebanon mulai berpikir untuk bertindak, agen Mossad kembali menelepon bahwa militer Lebanon akan segera mengirim helikopter untuk meredam kekacauan.</p>
<p>Ketika Mossad menelepon kepala polisi Lebanon tentang pengiriman helikopter, pada saat yang sama agen Mossad lainnya juga mengontak helikopter yang sudah mendarat dan bersiap di tempat tersembunyi di pantai Beirut, untuk datang. Tugas helikopter itu antara lain untuk mengangkut pasukan komando yang gugur atau terluka serta dokumen yang berhasil disita. Penerbangan heli Israel di atas Lebanon pun berlangsung tanpa dicurigai dan sukses mengangkut pasukan yang terluka serta dokumen-dokumen penting milik PLO/Black September. Sementara pasukan komando lainnya dan agen Mossad segera masuk ke mobil menuju pantai Beirut dan kemudian berenang menuju kapal transpor Israel yang sudah menunggu. Polisi Beirut yang kemudian tiba di pantai hanya menemukan mobil-mobil kosong dengan kunci kontak masih menempel. Serbuan pasukan komando Israel terbilang sukses, lebih dari 100 gerilyawan PLO tewas, tiga pentolan Black September berhasil dibunuh, dan sejumlah dokumen penting berhasil disita. Tapi Mossad tetap tidak puas jika belum berhasil membunuh tokoh utama Black September, Ali Hassan Salameh.</p>
<p><strong>Salah sasaran</strong></p>
<p>Meskipun untuk memburu Salameh merupakan tugas sangat sulit, Mossad yang terus mengerahkan daya upayanya akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan gembong Black September itu. Berdasar info agen Mossad yang terus disebar, Salameh diketahui sedang berada di Norwegia. Mossad merasa mendapat info berharga karena sejak operasi penumpasan anggota Black September di Beirut baru kali ini keberadaan Salameh diketahui. Mossad lalu mengirim tim sebanyak 14 orang ke Norwegia dengan target secepat mungkin menghabisi Salameh. Seperti biasa, tim Mossad tiba di Norwegia dengan beragam profesi sebagai penyamaran. Kunci untuk menemukan Salameh adalah dengan membuntuti seorang pria bernama Benamane yang diyakini oleh Mossad sebagai kurir Black September dan kerap berkunjung ke Norwegia.</p>
<div id="attachment_2760" class="wp-caption alignleft" style="width: 196px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/aa1.jpg"><img class="size-medium wp-image-2760" title="aa" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/aa1.jpg?w=186&#038;h=300" alt="" width="186" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sebagai tanda belasungkawa atas terbunuhnya para atlet Israel yang disandera oleh Black September, pemerintah Israel mendirikan monumen dan patung untuk menghormati pengorbanan mereka. Monumen peringatan Munich Massacre berdiri di pusat kota yang juga menjadi ibukota Israel. Tel Aviv.</p></div>
<p>Ketika pada suatu hari Benamane tiba di Oslo, setiap gerak-geriknya selalu dibayangi oleh agen Mossad. Saat yang ditunggu kapan Benamane menemui seseorang yang diyakini sebagai Hassan Salameh akhirnya terjadi. Suatu hari ketika Benamane nongkrong di kedai kopi yang bernama Caroline Café, ia tampak mengobrol dengan dua orang kenalannya. Satu orang bertampang Eropa dan satunya lagi bertampamg Arab. Para agen Mossad yang sedang mengintai terperangah karena orang Arab yang mengobrol di samping Benamane ciri-cirinya sama dengan Hassan Salameh. Penyelidikan agen Mossad pada tahap berikutnya juga makin menambah keyakinan bahwa Hassan Salameh memang sedang berada di kota Lillehammer. Rencana untuk menghabisi pria yang dianggap Hassan Salameh pun digelar.</p>
<p>Operasi untuk membunuh Hassan Salameh dilaksanakan pada pukul 20.00 malam saat Salameh dan teman wanitanya pergi menonton film di bioskop. Tim Mossad dengan sabar menunggu keduanya pulang sambil menimang-nimang pistol Beretta-nya. Ketika Salameh dan pasangannya keluar bioskop pada pukul 22.35 malam, tim Mossad terus membuntuti pasangan yang sedang menumpang bus itu. Jarak antara bioskop dan apartemen Salameh cukup dekat dan hanya perlu waktu lima menit untuk sampai ke tujuan. Jarak dekat itu juga menguntungkan agen Mossad yang terus mengintai karena kemungkinan buruannya lobos sangat kecil. Ketika keduanya turun dari bus dan berjalan menuju apartemen, sebuah mobil sedan Mazda berjalan pelan menuju ke arahnya. Tiba-tiba dua agen Mossad melompat turun sambil menembakkan pistol Beretta ke arah pria Arab yang diyakini sebagai Hassan Salameh. Pria Arab itu langsung terhuyung-huyung terhantam peluru dari penembak terlatih dan kemudian tewas. Tapi tanpa diduga sepuluh menit setelah penembakan sejumlah polisi tiba dan segera melakukan pengejaran. Polisi bahkan sempat mengenali mobil Peugeot yang kabur dan memberi tahu semua unit terkait untuk memeriksa secara cermat mobil jenis Peugeot tersebut.</p>
<p>Dua agen Mossad pelaku penembakan kabur menggunakan dua mobil Mercedes dan Peugeot yang sudah disediakan oleh para agen Mossad lainnya. Ketika mereka sedang kabur, agen Mossad belum menyadari bahwa pria Arab yang ditembak bukan Hassan Salameh melainkan Ahmed Bouchiki, imigran Norwegia asal Maroko yang bekerja sebagai pelayan restoran. Dua puluh empat jam kemudian para agen Mossad menuju Bandara Oslo menggunakan mobil Peugeot. Polisi yang telah disebar, khususnya di Bandara segera mengenali buruannya dan meringkus penumpangnya. Agen Mossad yang beroperasi di Norwegia rupanya kurang pengalaman karena dari agen yang tertangkap di Bandara Oslo, is langsung menunjukkan alamat rumahnya yang sedang dihuni oleh agen-agen Mossad lainnya. Tak berapa lama kemudian polisi Norwegia yang melaksanakan penggerebekan berhasil menahan sebagian agen Mossad. Sedangkan sebagian agen Mossad lainnya berhasil lobos setelah melarikan diri dengan cara tergesa dan sembrono.</p>
<p>Gagalnya operasi Mossad di Norwegia karena salah membunuh orang ditambah sebagian besar agen lainnya berhasil diringkus polisi jelas membuat Mossad dan Israel sangat malu. Upaya pemerintah Israel menekan Norwegia agar membebaskan enam agen Mossad yang ditawan ternyata tidak berhasil. Para agen Mossad yang dikenai tuduhan kriminal dan tindakan spionase itu kemudian diadili dan dipenjara. Mossad terpaksa harus menelan pil pahit akibat operasi yang gagal itu selama bertahun-tahun. Hanya ada satu cara untuk mengobati kegagalan itu, yakni menemukan Hassan Salameh dan membunuhnya. Sebelum Salameh dihabisi, Mossad harus menanggung beban sebagai kambing hitam, karena setiap pembunuhan warga Arab di berbagai negara, Mossad selalu dituduh sebagai pelakunya. Namun, kali ini Mossad sadar akan makin sulit menemukan Salameh karena pentolan Black September itu pasti makin hati-hati dan dikawal super ketat.(win)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2728&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2011/12/25/memburu-pelaku-black-september/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0003a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0003a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/gabung.jpg?w=109" medium="image">
			<media:title type="html">gabung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/boeing-747-6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">boeing-747-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_00081.jpg?w=166" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/370px-munichblackseptember.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">370px-MunichBlackSeptember</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/artworks-000007198322-wkycet-crop.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">artworks-000007198322-wkycet-crop</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/1a1a1a12aa4051.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Olympia 1972 ausgebrannter Hubschrauber</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/1a1a1a12aa421.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1a1a1a12aa421</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/aa1.jpg?w=186" medium="image">
			<media:title type="html">aa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KRI Dewaruci</title>
		<link>http://sejarahperang.com/2011/12/25/kri-dewaruci/</link>
		<comments>http://sejarahperang.com/2011/12/25/kri-dewaruci/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 01:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejarahperang</dc:creator>
				<category><![CDATA[KRI Dewaruci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarahperang.com/?p=2723</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bagi saya, KRI Dewaruci seperti neraka. Tetapi, oleh karenanya, ia menjadi tempat terbaik untuk menggembleng karakter pelaut sejati.&#8221; (KSAL Laksamana TNI Soeparno, mengenang masa kadetnya dalam Kartika Jala Krida 1977) Walau secara fisik kalah hebat dibanding fregat atau kapal tempur lain, seluruh perwira TNI AL takzim terhadap kapal layar latih KRI Dewaruci. Ruh kapal layar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2723&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2725" class="wp-caption alignleft" style="width: 239px"><a href="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0001.jpg"><img class="size-medium wp-image-2725" title="IMG_0001" src="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0001.jpg?w=229&#038;h=300" alt="" width="229" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Angkasa Edisi Koleksi No.76, November 2011, KRI Dewaruci - Kapal Latih Penjelajah Samudera</p></div>
<p>&#8220;Bagi saya, KRI Dewaruci seperti neraka. Tetapi, oleh karenanya, ia menjadi tempat terbaik untuk menggembleng karakter pelaut sejati.&#8221;</p>
<p><em>(KSAL Laksamana TNI Soeparno, mengenang masa kadetnya dalam Kartika Jala Krida 1977)</em></p>
<p>Walau secara fisik kalah hebat dibanding fregat atau kapal tempur lain, seluruh perwira TNI AL takzim terhadap kapal layar latih KRI Dewaruci. Ruh kapal layar latih yang telah bertugas hingga 58 tahun ini seolah tertanam di dalam jiwa. Bak pengembaraan spiritual Bima yang merasuk ke dalam sukma Dewa Ruci, pelatihan di kapal ini telah memberi bekal paling mendasar untuk mengawali tugas-tugas besarnya mengawal laut NKRI di kemudian hari.<span id="more-2723"></span></p>
<p>Tidak saja di dalam negeri, sosok KRI Dewaruci ternyata juga amat dikenal di seantero dunia. Itu karena, dalam setiap pelayarannya ke berbagai kota di dunia, ia kerap dititipi tugas sebagai The Goodwill Ambassador. Keindahannya masih saja menyihir pengagum kebaharian. Tanpa kita ketahui, KRI Dewaruci telah singgah di 200 kota dunia dan berkunjung hingga ke 45 negara. Dengan begitu tak berlebihan jika perjalanannya membukukan pelajaran, kenangan, pengalaman serta kisah yang tak terlupakan.</p>
<p>Lewat Edisi Koleksi Angkasa: KRI Dewaruci &#8211; Kapal Latih Penjelajah Samudera ini, Anda akan kami ajak mengikuti pelajaran, kenangan, pengalaman serta kisah-kisah itu. Juga tentang legenda-legenda yang menyertainya. Buku ini sangat inspiratif, terlebih bagi setiap insan di negeri yang dikaruniai tujuhbelas ribu pulau dan hamparan laut yang sangat luas yang ini. Kisah perjalanan wartawan kami, Roni Sontani, membuat buku ini lebih &#8220;hidup&#8221;. Jangan lewatkan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejarahperang.wordpress.com/2723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejarahperang.wordpress.com/2723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejarahperang.com&#038;blog=3965842&#038;post=2723&#038;subd=sejarahperang&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejarahperang.com/2011/12/25/kri-dewaruci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ef5b328566c42f4bf654786e7374e211?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahperang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejarahperang.files.wordpress.com/2011/12/img_0001.jpg?w=229" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0001</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
