Ketika pasukan Sekutu merencanakan untuk melancarkan pendaratan di Normandia lewat Operation Overlord atau D-Day pada bulan Juni 1944 pasukan Nazi Jerman sebenarnya sudah bersiap menyambutnya. Seluruh warga Jerman termasuk Hitler sudah menyadari jika operasi itu berhasil keberadaan negeri Jerman pasti terancam. Untuk menggagallcan Operation Overlord, pimpinan Angkatan Udara Nazi Jerman, Luftwaffe, Herman Goering diam-diam membentuk unit serangan bunuh diri layaknya kamikaze. Pesawat yang digunakan untuk misi kamikaze Luftwaffe itu adalah Focke Wulf 190 yang dimuati born seberat lebih dari 1.500 kg dan kemudian ditabarkan kepada targetnya. Read the rest of this entry »
Selbstopfereinsatz dari Luftwaffe
January 8, 2011
Jerman Nazi semasa Perang Pasifik rupanya juga memiliki unit bunuh diri yang dinamakan Selbstopfereinsatz. Satuan bunuh diri dibentuk untuk menghentikan gerak maju pasukan Soviet, dengan tugas utama menghancurkan akses jalan.. Sebanyak 35 pilot meregang nyawa, sebagai wujud kesetiaan mereka.
Di luar Jepang dengan kamikaze-nya, di negara lain tak dijumpai taktik serangan bunuh diri dengan pesawat yang terorganisasi seperti kamikaze. Kalau pun ada, maka umumnya merupakan aksi individual para pilotnya sendiri. Dalam Perang Dunia II di Eropa, ketika Jerman Nazi melancarkan invasi terhadap Uni Soviet dengan Operasi Barbarossa-nya, maka berbagai laporan menyebutkan sejumlah pilot Rusia dengan sengaja menabrakkan pesawat mereka terhadap pesawat Luftwaffe yang menyerang dengan kekuatan besar. Namun aksi heroik tersebut tampaknya lebih dipicu oleh rasa putus asa bercampur kebencian terhadap agresor Nazi, dan bukannya karena perintah atau petunjuk resmi atasan atau lembaganya. Read the rest of this entry »
OHKA, Bunga Sakura yang Menakutkan
January 8, 2011
Kamikaze yang resmi dibentuk Laksdya Takijiro Ohnishi pada 20 Oktober 1944, dalam kenyataannya bukanlah hanya terdiri dari pesawat terbang bermuatan born yang ditabrakkan pilotnya ke kapal perang musuh. AL Jepang juga menyiapkan born terbang, berupa roket bermuatan peledak. Born terbang ini dijatuhkan dari sebuah pesawat pengebom. Begitu lepas dari pesawat induknya, mesin roket akan menyala dan melesatkan roket ke arah sasaran. Pengendalinya seorang pilot, karena sistem kendali radio waktu itu masih dalam pengembangan Read the rest of this entry »
Takijiro Ohnishi, si Penggagas Kamikaze
January 8, 2011Laksamana Jepang penggagas serangan bunuh diri kamikaze ini lahir di Hyogo pada tahun 1891. Dia lulus dari Akademi AL tahun 1912, dan sejak awal perwira muda ini sudah memperoleh pelatihan untuk merintis penerbangan AL, antara 1915 hingga 1918. Sehingga tidak heran apabila Takijiro Ohnishi dalam kariernya di AL, lebih banyak berhubungan dengan kekuatan udara AL Jepang. Selama dua tahun ditempatkan di Inggris dan Perancis sebagai resident officer(1918-20), Ohnishi banyak mengamati dan belajar tentang pembangunan kekuatan udara AL kedua negara Eropa tadi. Read the rest of this entry »
Penerbangan Terakhir Pilot Kamikaze
January 8, 2011
Dengan suatu keyakinan bahwa menjalankan misi kamikaze merupakan tugas mulia demi mempertahakan kehormatan bangsa, hampir semua pilot kamikaze menunjukkan moral yang tinggi sebelum menjalankan misinya. Kehidupan para pilot kamikaze bahkan makin menunjukkan semangat ketika esok harinya mereka sudah mendapat kepastian untuk menjalankan misi.
Malam sebelum melaksanakan misi para pilot kamikaze berkumpul dengan rekan-rekannya untuk merayakan perpisahan sambil minum Sake. Lagi-lagi dalam suasana yang seharusnya penuh ketegangan para pilot justru ribut karena merasa iri dengan rekanrekannya yang sudah mendapat kepastian untuk melaksanakan tugas kamikaze. Mendapat tugas kamikaze merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh para pilot yang sudah mengantre. Bagi para pilot sesuai keyakinannya, sukses menabrakkan diri ke kapal musuh berarti sukses pula memasuki Kuil Yasukuni, yang secara spiritual merupakan surga bagi para patriot bangsa. Read the rest of this entry »
Awal Terbentuknya Satuan Kamikaze
January 8, 2011
Mabalacat adalah sebuah kota kecil di Luzon, Filipina, sekitar 80 km barat daya Manila. Ili dekat kota ini terdapat lapangan terbang yang dijadikan pangkalan Grup Udara 14e-201 AL Jepang. Pada sore 19 Oktober 1944, pangkalan udara Mabalacat mendadak didatangi oleh Laksamana Madya Takijiro Ohnishi, panglima baru Armada Udara Pertama, yang membawahi seluruh kekuatan udara AL Jepang di Filipina. Padahal dia baru dua hari tiba dari Tokyo untuk memulai jabatan barunya ini. Dia diterima oleh perwira eksekutif 201 Commander Asaichi Tamai dan perwira staf senior Kolonel Rikihei Inoguchi, karena komandan 201 Kolonel Sakae Yamamoto tengah bertugas ke Manila. Kedua pewira ini heran dan bertanyatanya, apa gerangan yang membawa Ohnishi ke Mabalacat ?
Kepada kedua perwira ini, Ohnishi langsung meminta diantar ke markas pangkalan. “Saya kemari karena ada sesuatu yang amat penting untuk kita bicarakan,” katanya singkat. Setiba di markas, tiga perwira lain dipanggil ikut bergabung. Masing-masing Chuichi Yoshioka, Perwira staf dari Flotila Udara Ke-26, dan dua pemimpin skadron dari Grup Udara 201, Letnan Masanobu Ibusuki dan Letnan Ryo Yokoyama. Read the rest of this entry »
Kamikaze Sebagai Sebuah Kehormatan
January 8, 2011“Jika dilakukan sekali, dua kali, atau tiga kali, kamikaze bisa menjadi serangan pengejut. Tetapi, jika dilakukan sampai sepuluh bulan, Kaisar Hirohito harus menghentikannya…”
Tidak ada pengorbanan yang lebih tinggi dari seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sebuah perjuangan. Apakah itu perjuangan untuk keluarga, sahabat, atau negaranya. Dalam sejarah peperangan di sejumlah negara, kita tentu sering mendengar tentang pengorbanan jenis ini. Namun, sepanjang sejarah peradaban manusia, tampaknya tak ada yang seradikal seperti yang dilakukan pilot-pilot muda Jepang. Read the rest of this entry »
Kamikaze, Kesatuan Udara Bunuh Diri Jepang
January 8, 2011“…Satu-satunya cara untuk menjamin agar kekuatan kita efektif hingga ke tingkat maksimal adalah dengan mengorganisasikan unit-unit serangan bunuh diri. Tiap pesawat harus menabrakkan diri ke kapal induk musuh…” (Laksamana Madya Takijiro Ohnisi, 1944).
Jebolnya garis pertahanan utama Jepang di Niugini dan Mariana memaksa Markas Besar Kekaisaran Jepang putar otak. Tanpa taktik perang khusus, dalam waktu singkat armada laut AS bisa menyeruak lalu menghantam tanah Jepang. Dalam situasi genting itu lah, pada 19 Oktober 1944, Panglima Armada Udara Pertama Laksdya Takijiro Ohnisi segera berkoordinasi dengan Grup Udara ke-201 AL Jepang di Mabalacat, Filipina, untuk mempersiapkan kesatuan udara kamikaze. Read the rest of this entry »
The Ultimate Soldier
January 2, 2011“Kemenangan pasukan terletak pada pasukan elit, keberaniannya terletak pada komando, kecakapannya terletak pada penyusunan dan semangat,…. dan tindakan yang merugikan orang lain terletak pada pertempurannya yang diulang-ulang”
— Sun Tzu II dalam The Lost Art of War (1996, terjemahan Indonesia) —
Artinya adalah, sehebat apapun sebuah pasukan kalau terusmenerus harus berada di medan perang yang sama, pastilah akan mengalami kerugian. Menurut Sun Tzu II, kalaupun menang tentulah ditebus dengan kerugian yang amat perih. Kuncinya adalah, para jenderal yang mengirim serdadu ke medan perang haruslah memperhitungkan kelelahan fisik dan mental yang akan melanda pasukan. Mencapai batas maksimum ketahanan manusia, itulah yang ingin dikejar di depo-depo pendidikan prajurit komando. Prajurit ditempa dengan sangat ganas sampai ia merasakan kesakitan yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Ada pihak menyebutnya tidak manusiawi. Read the rest of this entry »
Group 1 Kopassus
January 2, 2011
Gabungan kualifikasi paratroop dan commando dalam diri seorang prajurit. Itulah konsep dasar seorang prajurit Kopassus. Ditambah spesialisasi lainnya, ia menjelma sebagai prajurit individu yang lethal, mematikan.
Jujur saja, aura satuan tempur satu ini benarbenar kuat. Ketika COMMANDO barn melewati gapura Ksatriaan Gatot Subroto di depan markas, aroma tempur itu langsung terasa. Entah dari mana datangnya, desiran itu menyeruak di batin dan membuat bulu roma berdiri. Kontak batin itu seperti membimbing kami untuk bertekad menyibak rahasia dibalik kebesaran nama Grup I Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini.

Posted by sejarahperang 



