25 November 1970. Yukio Mishima (45 tahun), seorang novelis dan penyair brilian, berpidato di depan markas Pasukan Bela Diri Jepang di Tokyo. la menuntut pasukan pertahanan ini mengambil alih pemerintahan dan mengembalikan semangat tahun 1930-an. Pada masa itu, setelah berhasil merebut Manchuria, Jepang maju cepat menjadi negeri yang sangat ekspansif. Usai berpidato, Mishima yang ultranasionalis itu lalu melakukan harakiri di depan umum!
Intinya, Mishima menginginkan nasionalisme dan militerisme Jepang kembali bangkit. la ingin Jepang tak lagi berdiri di balik bayang-bayang Barat. Bagi Mishima dan banyak tetua Jepang lainnya, kedigdayaan Dai Nippon seperti yang pernah dimanifestasikan saat menyerang pangkalan militer terbesar AS di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 benar-benar tak terlupakan. Kedigdayaan ini bahkan amat inspiratif. Berkat kedigdayaannya ini pula negeri ini mampu mengusir Inggris, Belanda dan Perancis dari kawasan Asia.
Perang memang hanya menciptakan penderitaan dan kesusahan. Tetapi, bagi kita yang hidup di kawasan Asia, Perang Asia Timur Raya semestinya perlu dimaknai positif. Yakni, bahwa hanya dengan kemauanlah kita bisa keluar dari ketertindasan. Dalam Edisi Koleksi Angkasa ini kami akan mengajak Anda menjelajahi kembali kisah dan masa-masa kebangkitan Jepang. Dari yang semula hanya sebagai negeri kecil yang tertutup, untuk selanjutnya menjadi negara terkuat yang mampu menantang Barat. Jangan lewatkan!
